Beranda Politik Kasus Setnov tak Ubah Peta Pilgub

Kasus Setnov tak Ubah Peta Pilgub

413
Pengamat Politik Undip Semarang, Teguh Yuwono.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kasus hukum yang menjerat Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto tidak akan berpengaruh terhadap peta politik di Jateng menjelang Pilgub 2018. Pasalnya, Setya Novanto bukan figur yang memiliki pegaruh besar.

Hal itu diungkapkan pengamat politik dari Undip Semarang, Teguh Yuwono. “Tingkat kepercayaan masyarakat tak akan turun terhadap Golkar. Setnov juga bukan figur besar yang berpengaruh layaknya Aburizal Bakri, Agung Laksono atau Erlangga Artarto,”ungkapnya, kemarin.

Hanya saja, masih menurut Teguh, yang menjadi persoalan di Jateng adalah Golkar tidak punya figur kuat untuk bersaing di kursi cagub dan cawagub. Seorang Aryanti Dewi yang digadang bisa maju di pilgub juga menurutnya belum cukup kuat.

“Jadi bukan hanya karena kasus Setnov saja, Golkar itu tak punya figur kuat. Aryanti Dewi belum cukup kuat jika bermodal anggota DPR RI saja. Butuh figur yang lama dikenal masyarakat Jateng,” tambahnya.

Dia juga menilai, jika Golkar dipastikan akan mengekor dengan partai besar lainnya untuk berkoalisi. PDIP akan menjadi koalisi tujuan pemenangan Pilgub Jateng oleh partai berlambang beringin ini.

“Itu juga kalau PDIP mau lho, karena bagaimanapun PDIP memiliki banyak calon yang kuat di Jateng ada incumbent Ganjar Pranowo, Musthofa, Hendi dan lainnya . Masa akan diberikan begitu saja semisal Golkar minta posisi cawagub,” tandasnya.

Sementara, peluang Ganjar Pranowo masih tidak terpengaruh dengan status penangkapan Setnov. Teguh melihat jika yang menjadi sorotan masyarakat Jateng adalah status tersangka dan penangkapan Setnov.

“Posisi Ganjar dalam kasus e-KTP kan masih saksi meski sudah dipanggil dipersidangan, nama Ganjar masih kuat di Jateng. Masyarakat sangat mengenalnya dan masih beranggapan Ganjar tak akan ikut ditetapkan tersangka,” paparnya.

Apalagi dominasi PDIP masih sangat kuat di Jateng, sehingga figur Ganjar yang masih menjadi Gubernur Jateng menjadi kekuatan utama PDIP dalam memenangkan Pilgub Jateng.

Dilain sisi, Pelaksana Harian DPD Golkar Iqbal Wibisono mengemukakan, kasus tertangkapnya Setnov tak akan mempengaruhi apa yang menjadi gawe di daerah.

“Pengaruhnya hanya ada di urusan administrasi saja, urusan Pilgub dan Pilkada Jateng adalah milik daerah. Selama belum ada munaslub maka pak Setnov masih menjadi Ketum,” katanya.

Pihaknya saat ini masih menyodorkan nama Aryanti Dewi untuk maju di Pilgub Jateng untuk posisi cawagub.

“Jadi besok itu DPP akan pleno, karena organisasi ini kan harus tetap jalan. Apakah ada munaslub saya belum tahu. DPD masih komunikasi dengan DPP dan saat ini masih mengusung Aryanti Dewi untuk posisi cawagub Jateng,” pungkasnya (aam/udi/ct7)