Beranda Ekonomi Kejar Target, Bea Cukai Gandeng Dirjen Pajak

Kejar Target, Bea Cukai Gandeng Dirjen Pajak

22
BERBAGI
Kepala Ditjen Bea Cukai Kantor Wilayah Jateng-DIY bersama masing-masing Kepala Ditjen Pajak Wilayah Jateng I, wilayah Jateng II, dan wilayah DIY memberikan keterangan terkait satuan tugas bersama (join program) di kantor Ditjen Bea Cukai Kantor Wilayah Jateng-DIY di Semarang, Jumat (13/4). FOTO:AHMAD KHOIRUK ASYHAR/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID. SEMARANG- Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jateng-DIY bekerjasama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Jateng dalam mengoptimalkan penerimaan pajak, bea masuk, bea keluar, dan cukai di wilayah Jateng. Hal itu dilakukan untuk memenuhi target Ditjen Bea Cukai pada tahun 2018 senilai Rp 44,8 triliun.

Kepala Ditjen Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jateng-DIY, Parjiya, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk sinergitas guna meningkatkan penerimaan negara serta mengamankan penerimaan negara dan meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia. Praktiknya, satuan tugas gabungan dari Ditjen Bea Cukai Jateng-DIY dan Ditjen Pajak tersebut akan melakukan join analysis, join audit, dan join investigation.

“Adanya sinergi ini mudah-mudahan dapat mencapai target dari pusat sebesar Rp 44,8 triliun. Target itu untuk bea masuk, bea keluar, dan cukai,” katanya usai penandatanganan surat keputusan bersama Dirjen Pajak di kantor Bea dan Cukai Jateng-DIY, Jumat (13/4).

Parjiya menjelaskan pada triwulan pertama di tahun 2018 pemasukan yang sudah diterima mencapai Rp2,44 triliun. Jumlah tersebut berasal dari bea masuk, bea keluar, dan cukai. Untuk pemasukan terbesar masih berasal dari perusahaan rokok.
“Selain pemasukan itu, kami juga sudah melakukan langkah penindakan dari wajib pajak. Terakhir kami menangkap alat angkut yang berisi 18 ton bahan baku tekstil. Sekarang masih kami proses,” paparnya.

Sementara itu Kepala Ditjen Pajak Wilayah Jateng I, Irawan, mengungkapkan adanya sinergi dengan Bea Cukai maka akan dilakukan peningkatan sumber daya manusia. Khususnya dalam bidang perpajakan, kepabeanan, dan cukai.

“Peningkatan sumber daya manusia jelas kami lakukan. Kemudian dengan populasi importir dan eksportir di wilayah Jateng-DIY yang mencapai 4.500 wajib pajak, kami berharap target pada tahun 2018 untuk bea masuk, bea keluar, dan cukai dapat tercapai,” terangnya. (har/mar/muz)