Beranda Semarang Kelurahan Kumpulrejo Miliki 10 Gazebo Baca

Kelurahan Kumpulrejo Miliki 10 Gazebo Baca

6
Budaya Baca : Walikota Salatiga Yuliyanto bersama istri Titik Kirnaningsih saat berada di gazebo taman baca yang dibangun Kelurahan Kumpulrejo. ( foto : ist/dekan bawono/ jateng pos)

JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Kelurahan Kumpulrejo,Kecamatan Argomulyo mendirikan 10 buah gazebo sebagai taman baca. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui literasi. Gazebo tersebar di tiap RW sesuai jumlah RW di kelurahan tersebut. Meski sudah beroperasi beberapa bulan, secara seremoni penyerahan kepada warga oleh Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, di RW 7 Kenteng, Kumpulrejo, Kamis (14/01).

Lurah Kumpulrejo Eska Bayu S menjelaskan program pembuatan gazebo di tiap RW tersebut menindaklanjuti ide Ketua TPP PKK Kota Salatiga Titik Kirnaningsih Yuliyanto.

“ Ide tersebut kami bahas dengan LPMK dan musrenbangkel yang akhirnya disepakati. Kami sadar bahwa membangun suatu daerah haruslah dimulai dari membangun SDMnya, maka taman baca ini kami realisasikan melalui anggaran dana kelurahan tahun 2019. Sebenarnya penyerahan akan dilakukan pada awal tahun 2020, namun karena pandemi covid-19 akhirnya mundur,” terang Eska Bayu S.

Dikatakan Eska Bayu, tidak hanya gazebo taman baca, untuk yang di RW 7 Kenteng ini juga diintegrasikan dengan sarana olahraga masyarakat berupa lapangan tenis meja.

” Jadi ketika anak-anak sedang baca buku, orang tua bisa olahraga. Dan tidak lupa protokol kesehatan juga tetap diterapkan disini,” ujarnya.

Di kawasan gazebo tersebut, lanjut Eska Bayu, juga ada sumur resapan serta tempat spanduk, sehingga jika ada yang mau memasak pengumuman tidak dipasang disembarang tempat.

Sementara Walikota Salatiga Yuliyanto memberikan apresiasi dan menyambut baik upanya pembangunan yang dilaksanakan oleh Kelurahan Kumpulrejo.

“Saya berterima kasih kepada bapak lurah dan segenap staf, LPMK dan sesepuhnya bapak Ismadi, Pak Camat Agus Wibowo, serta seluruh tokoh masyarakat Kumpulrejo yang telah berperan serta dalam pembangunan di wilayahnya. Kelurahan Kumpulrejo, Sidorejo Kidul, Randuacir, Noborejo dan kelurahan yang berada di pinggiran lainnya terkadang masih disebut “ndeso” oleh karenanya peran lurah sangat penting dalam proses pembangunan, yaitu dengan munculnya inovasi,” ujar Yuliyanto.

Usai menggunting pita sebagai tanda penyerahan sarana, Walikota Yuliyanto didampingi Ny Titik Kirnaningsih Yuliyanto berdialog dengan tiga orang anak yang ada di lokasi. Wali Kota juga sempat menjajagi kemampuan bahasa Inggris anak-anak.

Bebeberapa pertanyaan yang dilontarkan Walikota dan Ibu Titik Kirnaningsih mampu dijawab anak-anak dengan baik. (deb)