Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Kemanakah Sopan Santun ?

Kemanakah Sopan Santun ?

BERBAGI
Asih Susilo Wardani,S.Pd. Guru SMP Negeri 1 Wuryantoro, Wonogiri
Asih Susilo Wardani,S.Pd. Guru SMP Negeri 1 Wuryantoro, Wonogiri

JATENGPOS.CO.ID, – Sebagai orang timur, kita seharusnya tidak meninggalkan aturan atau norma yang namanya sopan santun. Yang mana sopan santun merupakan kepribadian kita.Norma yang ditanamkan oleh leluhur kita, hilang atau terlupakan. Sering kita jumpai, generasi muda sekarang termasuk peserta didik , dimana,dan kapan, mampu membuat kita membelalakkan mata disertai ucapan spontan : hah, heh, lho, weh, bahkan Astagfirullah….! sambil mengelus dada, ketika kita menemukan tingkah laku atau sikap mereka yang kurang tepat dengan  norma sopan santun, meski itu sepele. Misalnya  ketika menerima sesuatu dari orang lain menggunakan tangan kiri, atau memberikan sesuatu ke orang lain dengan cara dilempar, apalagi orang lain tersebut lebih tua dari kita.

Berjalan di depan orang yang lebih sepuh tanpa membungkukkan badan,atau tidak mengucapkan  kata permisi atau nuwun sewu dalam bahasa jawa, tidak memberi tempat duduk ketika berada didalam kendaraan umum kepada seorang Ibu yang berdiri dengan mengendong anaknya, miris memang. Entah karena mereka tidak mengerti atau tidak mau mengamalkan atau bahkan mereka tidak kenal sama sekali dengan yang namanaya sopan santun.

Sebenarnya perilaku sopan santun akan membantu memiliki hubungan baik dengan orang yang sudah kita kenal atau belum. Sopan santun membawa rasa hormat kepada orang yang berinteraksi dengan kita dan itu adalah sesuatu hal yang sangat berharga lagi bermanfaat. Sopan santun sangat jarang menimbulkan kemarahan. Bila kita terpaksa bertengkar menggunakan Bahasa Jawa krama alus diikuti tindakan yang lembut,santun,tentu kemarahan, dan pertengkaran tidak akan pernah terjadi.

Bila kita mau sedikit peduli,dan mau mengamalkan, banyak stiker yang  terpampang bertuliskan ANDA SOPAN KAMI SEGAN mengingatkan bagaimana kita  seharusnya bersikap. Terutama bagi remaja putri, bila memiliki norma sopan santun yang merupakan kepribadian kita sebagai orang timur, tentu tidak akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Memiliki paras cantik, otak cemerlang akan terhapus atau tertutup bila norma sopan santun tidak ikut serta. Kita bayangkan saja seorang wanita cantik,cerdas dan penampilan menarik, menguap tanda kantuk menyerang tidak disertai  dengan menutup mulut. Atau meludah seenaknya, tentu akan menjadikan nilai yang tadinya plus-plus jadi minus.Disinilah kita jadi tahu  betapa pentingnya sopan santun

Kemana  harus mencari sopan santun yang sudah tidak bersama kita? Mungkin karena kecerobohan kita yang mudah terpengaruh oleh budaya asing sehingga apa yang kita tanam, kita tuai. Seharusnya sopan santun tetap ada, dan bersama dalam kehidupan kita, baik mulai dari anak-anak sampai pada usia tua.Yang muda menghormati yang tua, yang tua menyayangi yang muda. Sopan santun sangat dibutuhkan untuk mewujudkan keharmonisan dan kedamaian sesama. Kita tidak mencari kemana sopan santun tetapi kita tanam dan tumbuh kembangkan kembali norma sopan santun.

Menurut para ahli, pengertian sopan santun adalah suatu aturan atau tata cara yang berkembang turun temurun dalam suatu budaya di masyarakat yang bisa bermanfaat dalam pergaulan antar sesama manusia sehingga terjalin suatu hubungan yang akrab, saling pergertian serta saling hormat menghormati. (Taryati dalam Suharti : 2004)

Sedangkan Sopan Santun dalam Islam adalah sopan santun terdiri dari kata sopan dan santun. Sopan artinya hormat dengan Takzim menurut adat yang baik. Sedangkan arti santun adalah baik dan halus budi bahasa serta tingkah lakunya, suka menolong dan menaruh belas kasihan. Dengan demikian pengertian sopan santun adalah suatu bentuk tingkah laku yang baik dan halus serta diiringi sikap menghormati orang lain menurut adat yang baik ketika berkomunikasi dan bergaul yang bisa ditunjukkan kepada siapapun,kapanpun dan dimanapun.  Contoh sopan santun di lingkungan keluarga adalah seorang anak yang meminta izin terlebih dahulu kepada orang tuanya ketika hendak pergi keluar rumah. ( dunialovers.blogspot.co.id/2017/)

Jelas sudah, dan sangatlah perlu segera, serta wajib menanam,menumbuh kembangankan, memupuk  norma sopan santun, baik didalam lingkungan sekolah atau diluar lingkungan sekolah bersama generasi muda dan peserta didik sekarang. Sehingga norma sopan santun kita temukan kembali.

Asih Susilo Wardani,S.Pd.

Guru SMP Negeri 1 Wuryantoro, Wonogiri

 

BERBAGI