Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Kembangkan Literasi dengan Rumah Pintar

Kembangkan Literasi dengan Rumah Pintar

18
BERBAGI
Yulis Setyo Wati, S.Pd., M.Si. TK Kemala Bhayangkari 83 Purworejo
Yulis Setyo Wati, S.Pd., M.Si. TK Kemala Bhayangkari 83 Purworejo

JATENGPOS.CO.ID, – Gernasbaku sudah dilounching pada tanggal 5 Mei 2018 sebagai upaya pemerintah memasyarakatkan budaya membaca buku. Pemerintah sangat mengharapkan semua orang tua siswa khususnya untuk anak usia dini membiasakan diri membacakan buku untuk putra-putrinya agar putra-putri tercintanya terbiasa dengan buku bacaan yang berdampak agar anak-anak sejak usia dini senang membaca buku. Karena dengan membaca semua jendela dunia akan terbuka, sehingga masyarakat kita berwawasan luas, berpengetahuan tinggi. Dengan ilmu pengetahuan yang tinggi dan wawasan yang luas, maka terbentuklah jati diri seseorang, tidak mudah terprovokasi oleh pengaruh-pengaruh negative, lebih mandiri, dan diharapkan dapat survive di segala situasi.

Literasi harus dikembangkan pada anak sejak usia dini. Seperti pepatah yang selalu kita dengar, “belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa bagai mengukir di atas air”. Artinya bahwa lebih mudah belajar sesuatu di waktu kecil, daripada belajar sesuatu setelah dewasa. Misalnya belajar membaca huruf abjad, belajar mengaji huruf hijaiyah, belajar menulis angka, dan sebagainya. Termasuk belajar membiasakan diri bersikap positif, belajar sopan santun, belajar menghargai orang lain, belajar menyimak, dan sebagainya, yang mana itu semua dapat dimulai dengan dibiasakan anak mendengarkan orang tua membacakan buku. Dengan dibacakan buku, anak belajar banyak, yakni belajar mendengar, menyimak, menghargai orang lain, tertarik dengan buku-buku dan berwawasan luas.

Namun literasi sesungguhnya tidak terbatas hanya membaca buku. Literasi sendiri sesungguhnya adalah sikap seseorang untuk belajar menerima bahasa, mengungkapkan bahasa, dan membaca. Dengan demikian diharapakan masyarakat kita dapat komunikasi secara efektif, sehingga tercapai kedamaian, keadilan dan kesuksesan.

Untuk itu di PAUD harus dikembangakan literasi dengan berbagai cara atau metode. Guru PAUD harus kreatif dan inovatif mengembangkan literasi di PAUD dengan memanfaatkan berbagai media belajar yang tersedia atau di buat sendiri di lembaga. Salah satunya dapat menggunakan “Rumah Pintar”.

Rumah Pintar yang kami ciptakan di TK Kemala Bhayangkari 83 Purworejo untuk media pembelajaran mengembangkan literasi adalah alat peraga yang terbuat dari karton. Beberapa karton yang tidak harus baru, bisa juga  karton bekas atau bisa juga menggunakan dus bekas dengan ukuran panjang 40 cm, lebar 30 cm dan tinggi 25 cm. kemudian dibuat bentuk rumah dengan diberi atap dari bahan yang sama. Bagian depan diberi lubang  berbentuk segi empat untuk pintu. Adapun jendelanya dibuat dari kertas warna lain dengan cara ditempel. Setiap dinding diberi warna yang berbeda, agar anak belajar mengenal berbagai warna. Begitu juga atapnya dapat diberi dua warna berbeda. Pada atap bagian bawah, dapat diberi tulisan macam-macam huruf abjad dan angka. Begitu juga pada salah satu dindingnya dapat diberi tulisan huruf hijaiyah. Dinding bagian belakang diberi  gambar jam. Pada dinding yang lain dapat ditempeli bentuk-bentuk geometri dengan warna-warna yang berbeda.

Setelah media belajar Rumah Pintar sudah jadi, dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada anak usia dini dengan mengembangkan berbagai aspek pengembangan seperti Nilai Agama Moral, Bahasa, Kognitif, juga Fisik Motorik. Adapun aspek pengembangan social emosional dapat diintegrasikan dengan kegiatan pengembangan yang lainnya pada saat anak-anak belajar. Dengan Rumah Pintar yang dibuat guru, anak belajar mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan materi pembelajaran yang berkaitan dengan literasi.

Dari Rumah Pintar yang ditunjukkan, anak dapat mendengarkan penjelasana dari guru, mengungkapkan bahasa dengan menanyakan berbagai hal yang berkaitan dengan materi yang diperjelas dengan media Rumah Pintar, dan dapat membaca huruf-huruf dan angka-angka yang ada di Rumah Pintar. Anak dan guru dapat melakukan diskusi dan tanya jawab dibantu alat media pembelajaran Rumah Pintar tersebut. Selain itu anak juga dapat bercerita tentang sesuatu kejadian yang berkaitan dengan materi yang didukung oleh Rumah Pintar. Untuk kegiatan fisik motoric, anak juga dapat bermain melempar bola kertas dengan menggelindingkan bola kertas ke dalam Rumah Pintar melalui pintu yang tersedia, kemudian menghitung jumlah bola yang dapat masuk dan menceritakan hasilnya.

Banyak sekali kegiatan dan aspek pengembangan yang diperoleh dari Rumah Pintar, yang mana sesungguhnya itu semua dapat mengembangkan literasi anak usia dini.  Guru memang harus kreatif, inovasi dan jeli. Lebih-lebih di PAUD yang mana anak masih berfikir kongkrit belum mampu berfikir abstrak seperti orang dewasa. Untuk dapat berfikir abstrak anak harus dibantu perkembangannya dengan menggunakan berbagai alat media pembelajaran. Alat atau media pembelajaran membantu memperjelas materi pembelajaran.

Dari ulasan yang penulis sampaikan tentang pengembangan literasi di atas, maka penulis sarankan agar guru selalu mencoba dan mencoba dengan berbagai metode dan alat atau media, agar anak didik tertarik untuk belajar khususnya belajar yang kaitannya dengan literasi. Tidak semua anak usia dini tertarik terhadap literasi, karena merasa literasi merupakan kegiatan yang berat dan membosankan jika guru tidak pandai menyajikan materi. Rumah Pintar bisa digunakan sebagai alternative untuk mengembangkan literasi anak usia dini di PAUD. Salam sukses.

 

 

BERBAGI