Kemendag Kerahkan 150 Staf Awasi Lonjakan Harga Sembako di 70 Kota

Mendag saat mengunjungi Ponpes Al Muayad. Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan harga pangan puasa ini masih stabil dan diharapkan bertahan hingga pasca lebaran. FOTO : WIJAYANTI PUTRI/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Kementrian Perdagangan (Kemendag) menerjunkan 150 staf yang dimiliki untuk memantau dan mengawasi pergerakan harga di 70 kota di Indonesia yang dinilai rawan mengalami lonjakan harga selama puasa hingga lebaran mendatang.

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartisto Lukita menegaskan, keberadaan staf khusus tersebut sengaja diterjunkan untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil. Karena itu, selain memantau harga mereka juga bertugas memantau ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi. Khususnya di 70 kota yang disinyalir rawan terjadi fluktuasi harga.

“Dalam menjalankan tugasnya, staf khusus ini dibantu oleh Satgas dan Dinas Perdagangan setempat. Dan sampai pekan ketiga Ramadan ini semua harga masih terjangkau dan tidak terlihat adanya lonjakan harga kebutuhan pokok yang signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Harapannya, hal ini bisa terus bertahan hingga lebaran usai,” jelasnya kepada wartawan di sela-sela memantau pelaksanaan pasar murah di Pondok Pesantren Alquraniyy Azzayadiyy, Laweyan, Minggu (18/6) malam.

Ia menambahkan, jika para staf yang ditugaskan menemukan adanya indikasi kenaikan harga yang tidak wajar dari komoditas tertentu, maka petugas di lapangan harus segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan yang ada. Mendag mencontohkan, jika harga melonjak karena kelangkaan pasokan, maka harus segera diatasi dengan memasok kembali barang tersebut. Bisa bekerjasama dengan Bulog atau seluruh distributor yang ada.

“Jadi kebutuhan bahan pokok di pasar tetap aman tidak kekurangan. Ini juga untuk memantau jangan sampai itu dijadikan spekulasi atas harga. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden yang ingin menghapus anggapan jika kenaikan harga saat puasa dan lebaran itu hal yang wajar. Sehingga memerintahkan kami untuk menjaga harga tetap terkendali,” tandasnya.

Terpisah, Staf Khusus Kemendag, Eva Yuliana mengatakan, dari hasil pantauan yang dilakukannya di Pasar Legi, Senin (19/6) siang, stok kebutuhan pokok aman, begitu juga harga bahan kebutuhan pokok yang selama ini mengkhawatirkan juga relatif stabil.

“Saya mendapat perintah dari Bapak Mendag untuk terjun langsung ke pasar untuk melihat langsung harga-harga. Dan ternyata sesuai dengan penyataan beliau kemarin bahwa stok aman dan harga stabil. Mulai beras, gula , migor, daging, cabai hingga bawang putih,” ujarnya.

Terkait kenaikan harga cabai, Eva mengatakan kenaikannya masih dalam taraf wajar. Hanya Rp1000 hingga Rp2000 per kilogramnya. “Kalau melihat stok yang melimpah saya rasa tidak akan naik lagi lebih dari ini dan bahkan akan cenderung turun,” tegasnya.

Sedangkan terkait antisipasi pembatasan angkutan umum pada H-7, Eva mengatakan hal tersebut sudah dikondisikan dengan koordinasi antara Kementrian Perhubungan, kemendag, Polri dan Kementrian Pertanian untuk bagaimana mengatur agar pasokan kebutuhan pangan tercukupi di tengah masa angkutan lebaran. “Semuanya bersama-sama menjalankan keamanan jalan dan distrbusi pangan,” pungkasnya. (jay/mg8)

 

LEAVE A REPLY