Beranda Edukasi Sekolah Hebat Kenalkan Jajanan Masa Kecil

Kenalkan Jajanan Masa Kecil

Bazar SD Negeri Purwoyoso 02

378
KREASI : Tim juri dan jajaran guru SD Negeri Purwoyoso 02 Kecamatan Ngalian saat akan melakukan penilaian terhadap kreasi makanan tradisional dalam bazar jajanan bunda masa kecil.
KREASI : Tim juri dan jajaran guru SD Negeri Purwoyoso 02 Kecamatan Ngalian saat akan melakukan penilaian terhadap kreasi makanan tradisional dalam bazar jajanan bunda masa kecil.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Guru dan paguyuban orang tua siswa SD Negeri Purwoyoso 02 Kecamatan Ngalian memiliki cara yang kreatif dalam mengenalkan makanan tradisional. Salah satunya melalui bazar jajanan bunda masa kecil dan lima seni yang diikuti seluruh perwakilan kelas 1 hingga VI.

Kegiatan yang digelar di halaman sekolahan yang berada di Jalan Purwoyoso Tengah ini berlangsung meriah. Dipinggir halaman sekolah dipenuhi dengan meja-meja yang diatas nya dipenuhi aneka menu tradisional yang memiliki rasa enak. Menu yang tersedia antara lain klepon, kue lumpur, arem-arem, putuayu, pukis, dawet, wingko, lopis dan bubur.

Ketua pelaksana kegiatan Esi Nora, SPd menjelaskan, tujuan kegiatan ini antara lain untuk menanamkan pada siswa agar mengenal aneka menu makanan tradisional yang ada saat orang tua siswa masih kecil. “Makanan tradisional saat bunda siswa masih kecil, menurut kami lebih higienis dan sehat,” ujar Esi Nora.

Hal ini bisa dilihat dari menu tradisional yang menggunakan bahan baku lokal tanpa pengawet dan pewarna buatan pabrik. Selama ini, lanjut Esi Nora anak-anak hanya mengenal makanan ringan produksi pabrik atau makanan modern seperti chicken atau burger yang kurang memenuhi standar kesehatan.

“Dengan mengenal makanan tradisional maka anak-anak bisa melestarikan makanan tradisional sebagai salah satu kekayaan budaya nusantara,” ujarnya. Sementara itu Kepala Sekolah SDN Purwoyoso 02, Tugiyan, SPd SD menambahkan selain itu pihaknya juga ingin menanamkan cinta lingkungan pada peserta didik.

Hal ini dilakukan dalam penyajian menu tradisional yang menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan. Seperti membungkus makanan pakai daun atau kertas ramah lingkungan. “Ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program pemkot dalam mengurangi sampah plastik sehingga bisa menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Pihak sekolah juga menyambut baik kegiatan ini karena melibatkan paguyuban orang tua siswa. Saat ini ada 12 rombongan belajar yang mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga ada 12 paguyuban orang tua siswa. “Kegiatan ini juga untuk menciptakan kerjasama dan guyub antara paguyuban siswa dengan sekolah,” ujar Tugiyan. (sgt)