Beranda Jateng Kendaraan Niaga 70 Persen Malas Uji KIR

Kendaraan Niaga 70 Persen Malas Uji KIR

19
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Sekitar 70 % kendaraan niaga maupun angkutan penumpang yang ada di Kabupaten Sragen tak lakukan uji KIR. Mayoritas yang mangkir lakukan uji kendaraan jenis truk angkutan tebu. Pasalnya, dari 16 ribu kendaraan yang wajib KIR hanya sekitar empat ribu tertib uji kendaraan di UPTD KIR Dishub Sragen.

Kepala penguji Tk III UPTD KIR Sragen Joko Purwono menjelaskan, sebenarnya setiap tahun ada penambahan 1.000 kendaraan yang wajib KIR.

Hanya saja, dari jumlah kendaraan itu, hanya sekitar 30 persen yang tertib lakukan uji KIR.

“Untuk memberikan kemudahan para pemilik kendaraan niaga maupun penumpang agar melakukan uji KIR kendaraanya, tidak dikenakan denda meski terlambat tiga sampai empat ulan. Para pemilik kendaraan hanya dikenai aturan terhutang,” papar Joko Purwono, Senin (8/1).

Dikatakan Joko, menurunnya jumlah kendaraan yang mengikuti uji KIR, lantaran pihak Dishub terbentur aturan untuk melakukan razia. Karena untuk lakukan operasi kendaraan niaga maupun angkutan penumpang harus dilakukan razia gabungan, baik dengan pihak kepolisian maupun dishub propinsi.

“Kami sendiri aturan untuk lakukan razia bisa direvisi, sehingga

dishub di tingkat kabupaten bisa mempunyai kewenanangn lakukan operasi sendiri. Dengan begitu kendaraan niaga yang tidak lakukan KIR bisa dilakukan dilakukan tindakan,” tandas Joko.

Dijelaskan Joko, sebenarnya bila pihak dishub bisa lakukan operasi secara mandiri ada sejumlah keuntungan. Diantaranya jaminan keselamatan bagi penumpang angkutan umum, karena kendaraan dijamin aman. Begitu juga dari segi pendapatan PAD bisa meningkat.

“Karena saat masih bisa lakukan razia mandiri, kendaraan yang lakukan uji KIR mencapai 70 persen. Namun saat ini yang tertib lakukan uji kendaraan sekitar 30 persen saja,” tutur Joko.

Menurut Joko, kendaraan yang males uji KIR mayoritas jenis truk yang biasa beroperasi di pedesaan. Mereka ramai-ramai uji KIR, bila saat musim panen tebu tiba. Bahkan saat angkutan tebu berjalan, truk bisa KIR sekaligus dua kali. Meski kendaraan yang lakukan uji KIR dinilai menurun, namun target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap memenuhi target mencapai Rp 725 juta untuk tahun 2017. (ars/saf)

BERBAGI