Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Kepemimpinan Visioner Tingkatkan Mutu Pendidikan

Kepemimpinan Visioner Tingkatkan Mutu Pendidikan

63
BERBAGI
Susilawati Prihadwiyani, S.Si.,M.Pd. Kepala SMP Negeri 2 Tawangharjo
Susilawati Prihadwiyani, S.Si.,M.Pd. Kepala SMP Negeri 2 Tawangharjo

TAWANGHARJO – Keberadaan pemimpin di dalam lembaga pendidikan dirasakan sangat penting. Pemimipin merupakan subjek yang paling diharapkan banyak orang, khususnya para bawahan dan/ atau masyarakat untuk mendorong kemajuan lembaga pendidikan. Setiap terjadi pergantian kepemimpinan dalam suatu lembaga pendidikan selalu muncul harapan-harapan besar bahwa melalui kehadiran pemimpin yang baru akan membawa kemajuan bagi lembaga pendidikan. Namun tidak selalu harapan tersebut dapat terwujud. Kadangkala kehadiran pemimpin baru tidak mampu mempertahankan prestasi lembaga pendidikan, bahkan prestasi lembaga pendidikan mengalami kemerosotan.

Kepala sekolah merupakan pemimpin di sekolah mempunyai kewenangan untuk melakukan inovasi, gebrakan, dan terobosan baru dalam merealisasi kemajuan sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah diberi mandat untuk melakukan perubahan. Mandat ini sering disebut poliyical power (kekuatan politik) yang tidak dimiliki oleh guru maupun karyawan.

Kepemimpinan visioner kepala sekolah diharapkan dapat merealisasi kemajuan sekolah. Menurut Veithzal Rivai dan Arviyan Arifin (2009: 480), Visionary leadership adalah pemimpin yang memiliki arah dan wujud masa depan jelas yang merupakan gambaran masa depan yang disepakati dengan rasa kebersamaan dan komitmen yang tinggi untuk mewujudkannya. Sedangkan menurut Aan Komariyah dan Cepi Triatna (2006: 82), kepemimpinan visioner merupakan kemampuan pemimpin dalam mencipta, merumuskan, mengkomunikasikan, mensosialisasikan, mentransformasikan, mengimplementasikan pemikiran-pemikiran ideal dirinya maupun hasil interaksi sosial anggota organisasi dan stakeholder sebagai cita-cita organisasi di masa depan yang harus direalisasikan melalui semua personal. Dari dua pendapat tersebut mengandung pemahaman  bahwa kepemimpinan visioner harus menfasilitasi penguatan pemikiran, wawasan, tindakan dan orientasi menuju masa depan.

Keberhasilan sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan kepala sekolah untuk mewujudkan visi dan misi sekolah. Kepala sekolah visioner mengetahui apa yang terbaik bagi para siswa, guru, karyawan sekolah, serta mampu membuat keputusan-keputusan yang digunakan untuk mengemban visi dan misi sekolah. Sifat-sifat seorang kepala sekolah visioner selain mampu melihat dan memanfaatkan peluangdi masa depan,juga mampu merancang tindakan yang jelas demi mewujudkan visi dan misi sekolah.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan kepala sekolah visioner dapat menjalankan  perannya, diantaranya penentu arah, perancang, agen perubahan, pelatih, pemecah masalah, dan motivator. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengimplementasiakan peran tersebut.

Pertama dengan  memiliki target yang realistis dan terukur. Kepala sekolah harus membuat program kerja yang jelas dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, hambatan, dan sumber daya yang ada dan mengkomunikasinya dengan komite sekolah,  stakehorder dan semua pihak yang terkait. Melaksanakan setiap program dengan target keberhasilan yang terukur, langkah-langkah yang jelas dan sistematis,  dan secara terus menerus melakukan monitoring dan evaluasi.

Kedua dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan (karyawan). Untuk mewujudkan guru dan karyawan yang unggul dapat dilakukan dengan cara pembinaan. Pembinaan internal dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu pembinaan dan motivasi secara terus menerus disertai keteladanan, membangun loyalitas guru dan karyawan,pemberian reward (penghargaan) dan punishment (sanksi), pemberdayaan yang optimal disertai kontrol secara terus menerus. Pembinaan juga dapat melibatkan pihak luar sekolah (eksternal) baik dari dinas pendidikan maupun instansi lain yang terkait dengan tujuan pembinaan.

Ketiga dengan menerapkan sistem layanan yang unggul. Layanan yang unggul bagi siswa dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya sekolah melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang menarik, kreatif, inovatif, menyenangkansesuai kurikulum melalui proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, penilaian, pengayaan/ remidial yang terprogram, tertib, terjadwal, dan terkontrol. Layangan belajar di luar jam pelajaran baik melalui komunikasi langsung dengan guru maupun melalui sarana komunikasi lainnya ( misalnya internet dan telpon).

Pemberian  penghargaan maupun sanksi yang tepat dapat menjadi motivasi belajar bagi siswa. Memberi kesempatan bagi siswa yang menggali, mengeksplorasi, dan memfasilitasi bakat dan minat siswa terutama yang berhubungan dengan life skill (kecakapan hidup) sehingga bermanfaat bagi siswa di masa depan.  Layanan yang unggul bagi orang tua siswa  atau masyarakat dengan memberikan informasi yang diperlukan (misalnya informasi   seputas program, prestasi, kegiatan, keunggulan, kehadiran siswa di sekolah).

Keempatdengan memiliki administasi yang jelas, lengkap, dan transparan. Semua bentuk administrasi sekolah terutama administrasi delapan standar pendidikan dibuat secara terus menerus dan berkelanjutan. Administrasi jelas, lengkap, dan transparan tidak hanya menjadi tanggungjawab para penanggungjawab delapan standar pendidikan namun semua guru dan karyawan.

Susilawati Prihadwiyani, S.Si.,M.Pd.

Kepala SMP Negeri 2 Tawangharjo

BERBAGI