Beranda Ekonomi Keris Jateng Amunisi Memacu Investasi

Keris Jateng Amunisi Memacu Investasi

BERBAGI
KERIS JATENG- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Semarang, Hamid Ponco Wibowo (kanan), dan Sekda Jateng, Sri Puryono (kiri) saat meresmikan Sekretariat Keris Jateng di lantai 2 kantor Bank Indonesia Semarang. Keris Jateng, sebagai salah satu menggenjot investasi di Jawa Tengah. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS
KERIS JATENG- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Semarang, Hamid Ponco Wibowo (kanan), dan Sekda Jateng, Sri Puryono (kiri) saat meresmikan Sekretariat Keris Jateng di lantai 2 kantor Bank Indonesia Semarang. Keris Jateng, sebagai salah satu menggenjot investasi di Jawa Tengah. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Semarang bersama Pemprov Jawa Tengah, Senin (22/1) meresmikan kantor sekretariat ‘Koridor ekonomi untuk memperkuat perdagangan, pariwisata dan investasi Jateng’ (Keris Jateng).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, keberadaan kantor sekretariat yang bertempat di lantai 2 gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Semarang, Jalan Imam Bardjo ini diharapkan mampu mendongkrak investasi Jawa Tengah di tahun-tahun mendatang.
“Kantor sekretariat Keris Jateng itu, diharapkan bisa menjadi amunisi baru bagi pemprov untuk mempromosikan dan meningkatkan investasi di provinsi ini,” katanya, disela Peresmian Kantor Sekretariat Keris Jateng, Senin (22/1).

Menurutnya, Keris Jateng diharapkan pula mampu untuk memberikan rekomendasi kemudahan berinvestasi di provinsi ini kepada para calon investor yang akan masuk. Dengan begitu, jajaran pemkab/pemkot di Jateng bisa mempromosikan daerahnya melalui Keris Jateng.

“Keris Jateng ini untuk menggenjot agar lebih mudah investasinya. Apalagi potensi investasi di Jateng ini cukup tinggi dibandingkan provinsi lain, yang terbukti dengan banyaknya pabrik dari Banten dan Jawa Barat yang pindah ke Jawa Tengah,” ungkapnya.

Diakui Ganjar, pada kuartal III/2017 lalu realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp32,9 triliun atau melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp30,4 triliun. Capaian investasi Jawa Tengah memang masih rendah bila dibandingkan Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Melalui Keris Jateng, kami mencoba mengkonsolidasikan seluruh potensi yang ada di provinsi ini untuk mengejar ketertinggalan dengan provinsi lainnya, karena Keris Jateng akan memberikan fasilitas dan kemudahan kepada calon investor yang akan berinvestasi di Jateng,” terangnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Semarang, Hamid Ponco Wibowo menambahkan, jika Keris Jateng bisa menjadi pusat informasi investasi termasuk pariwisata, harapannya seluruh kabupaten/kota akan mendapatkan layanan untuk mempromosikan daerahnya masing-masing. Dengan demikian, investasi bisa lebih berkembang dan lapangan pekerjaan terbuka.(aln/mar)