Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Keunikan Akuntansi Aktiva Tetap

Keunikan Akuntansi Aktiva Tetap

167
FARIDAH,M.Pd Guru Akuntansi SMK N 1 Kendal

JATENGPOS.CO.ID, – Secara sederhana Akuntansi merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan bukti transaksi keuangan untuk dijadikan bahan menyusun laporan keuangan suatu entitas bisnis. Menurut Suparwoto (1990:2) , pengertian akuntansi adalah suatu sistem atau kemampuan untuk mengukur dan mengelola transaksi keuangan serta memberikan hasil pengelolaan tersebut dalam bentuk informasi kepada pihak-pihak intern dan ekstern perusahaan. Pihak ekstern ini terdiri dari investor, kreditur pemerintah, serikat buruh, lembaga perpajakan, masyarakat umum dan lain-lain .

Akuntansi itu unik, keunikan akuntansi diungkapkan oleh Kusharyadi dalam kushariyadi.blogspot.com/2010/06/definisi-akuntansi-sebagai-seni-bagai sains dan sebagai teknologi,  Pertama akuntansi sebagai seni yaitu  (1) pada awal perkembangannya, akuntansi dapat dikatakan sebagai kerajinan (seni) karena orang yang akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan akuntansi harus terjun langsung dalam dunia praktik dan mengerjakan magang pada praktisi, (2) akuntansi adalah seni mencatat, menggolongkan dan meringkas transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara tertentu dan dalam bentuk satuan uang, serta menafsirkan hasil-hasilnya, (3) jadi kalau akuntansi dikatakan sebagai seni maka yang dimaksud adalah cara menerapkannya.

 Kedua akuntansi sebagai sains, yaitu (1) pada perkembangan selanjutnya, keterampilan akuntansi ini sudah bisa didefinisikan dengan jelas sehingga membentuk seperangkat pengetahuan yang utuh sehingga dapat diajarkan melalui institusi pendidikan, (2) akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pengidentifikasian, pengesahan, pengukuran, pengakuan, pengklasifikasian dan penyajian data keuangan dasar (bahan oleh akuntansi) yang terjadi dari kejadian-kejadian, transaksi-transaksi atau kegiatan operasi suatu unit organisasidengan cara tertentu untuk menghasilkan informasi yang relevan bagi pihak yang berkepentingan, (3) bila akuntansi dipandang sebagai sains, maka akuntansi akan banyak membahas gejala akuntansi seperti kenapa perusahaan menggunakan metode akuntansi tertentu, faktor apa saja yang mendorong manajemen memanipulasi laba, apakah partisipasi dalam penyusunan anggaran mempengaruhi kinerja manajer devisi. Ketiga akuntansi sebagai teknologi yaitu (1) teknologi merupakan seperangkat pengetahuan untuk menghasilkan sesuatu (produk) yang bermanfaat dan pengertian teknologi sendiri tidak hanya fisis (hard technology) tetapi juga teknolgi lunak (soft tecnology), (2) teknologi sendiri bisa diartikan sebagai sains terapan, sedangkan akuntansi juga merupakan sains terapan, (3) akuntansi dipandang sebagai teknologi karena akuntansi merupakan alat institusi sosial untuk menyediakan pedoman pengukuran dan metode untuk mengendalikan kegiatan dan prilaku pengambilan keputusan ekonomik yang dominan dalam lingkup organisasi, perusahaan ataupun lembaga pemerintahan (negara).

Pemikiran cara ini sangat erat hubungannya dengan metode/cara Accrual-basic accounting yaitu suatu metode pencatatan dalam akuntansi. Dalam hal ini setiap transaksi yang terjadi dicatat berdasarkan konsep pengakuan yang sesungguhnya, jika suatu perusahaan menggunakan metode pencatatan akuntansi berdasarkan Accrual Accounting, perusahaan akan mencatat pendapatan ketika transaksi aktual selesai bukan pada saat kas diterima. Perusahaan akan mengakui bahwa perusahaan tersebut menerima pendapatan pada saat terjadinya transaksi. Walaupun perusahaan yang bertransaksi belum menerima uang atas transaksi tersebut secara kas. Begitu pula dengan pencatatan beban perusahaan. Semua perusahaan harus melakukan pencatatn menggunakan metode akuntansi accrual karena hal ini mengacu pada PSAK yang berlaku umum di Indonesia (http://numegi.blogspot.com/2014/01/pengertian-accrual-basic-dan-cash-basic.html).

Contoh sederhana perusahaan membeli 1 unit kendaraan roda 4 seharga Rp 250.000.000,00 secara tunai untuk operasional perusahaan, peristiwa tersebut oleh perusahaan akan dicatat menambah Aset dan mengurangi aset yang lain yaitu Kendaraan bertambah dan kas berkurang pada jumlah yang sama. Kendaraan tersebut akan ditaksir untuk untuk pemakaian operasional  dalam jangka waktu tertentu misal 10 tahun sehingga setiap tahun dengan pemakaian normal akan mengalami penyusutan nilai. Penyusutan nilai aktiva tersebut sebenarnya bukan pengeluaran/biayasecara faktual mengeluarkan nilai uang tertentu melainkan pemakaian kendaraan secara terus menerus yang ditaksir dengan nilai uang yang disebut penyusutan nilai kendaraan (aset).

Pengakuan penyusutan nilai tersebut dicatat dengan cara yang berbeda sesuai kebijakan perusahaan. Metode penyusutan dapat menggunakan metode Stright line methodatau Double decling balance atau mungki metode-metode yang lain sesuai karakteristik aktiva yang bersagkutan. Ketika kendaraan ditaksir berumur 5 tahun dengan nilai residu Rp 29.000.000,00, maka dengan metode Stright line method, maka kendaraan akan disusutkan sebesar Rp 1.750.000,00 perbulan dengan perhitungan Nilai aset dikurang nilai residu dibagi usia ekonomis atau (Rp 250.000.000,00 – Rp 20.000.000) / (10×12). Nilai Rp 1.750.000,00 diakui sebagai biaya penyusutan yang akan dilaporkan dalam laporan laba rugi mengurangi keuntungan perusahaan.

Hal ini akan berlangsung secara terus menerus sampai dengan aktiva tersebut habis nilai ekonomisnya atau akan dijual dengan pertukaran kendaraan lain yang lebih kekinian dan modern sebelum masa ekonomisnya habis.Akhir-akhir ini Lembaga pemerintah melakukan hal yang sama dalam penilaian aktiva tetapnya yaitu menggunakan dasar Accrual basis untuk pe

Entitas ekonomi terkecil atau rumah tangga juga perlu memperhitungkan pengunaan aktiva tetap dalam rumahnya sehingga saatnya harus renovasi atau pengadaan kembali memiliki cadangan dana yang signifikan.

D