Beranda Ekonomi KFC Buka Cabang di Boyolali, Kata Bupati : Resto-resto Lain Menyusul

KFC Buka Cabang di Boyolali, Kata Bupati : Resto-resto Lain Menyusul

30
Bupati Boyolali, Seno Samodro, meresmikan restoran cepat saji, KFC. Foto : aji jarmaji/jateng pos
JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Restoran berjaringan internasional, Kentucky Fried Chicken (KFC) hadir di Boyolali. Pembukaan restoran cepat saji itu diresmikan oleh Bupati Boyolali, Kamis (31/12/2020) kemarin. 
KFC Boyolali berada di jalan Kates, Kelurahan Pulisen, Boyolali Kota atau di sebelah selatan Monumen Susu Murni depan Pasar Boyolali Kota. 
Regional Marketing Officer PT Fast Food Indonesia, Tbk, Ardhini Ambar Sari, mengatakan KFC ini merupakan cabang yang pertama di Boyolali dan ke-739 di Indonesia. Diharapkan, KFC menambah destinasi wisata kuliner di Boyolali. 
“Hadirnya KFC di Boyolali merupakan upaya kami untuk lebih dekat dengan konsumen. Dengan dilengkapi dengan fasilitas ruangan birthday party, layanan drive thru, dan KFC Dessert Counter, kami berharap KFC Boyolali ini dapat menjadi restoran favorit keluarga di Boyolali dan sekitarnya,” kata Ardhini.
Sementara itu Bupati Boyolali, Seno Samodro, mengatakan berdirinya restoran cepat saji ini merupakan salah satu upayanya untuk memajukan Boyolali sebagai kota modern. Sehingga Boyolali semakin dikenal masyarakat luas, bahkan internasional.
“Ini salah satu upaya saya dalam rangka membranding Boyolali, sehingga makin mendunia, karena restoran ini (KFC) kelas dunia,” ujar Seno Samodro ditemui usai peresmian.
Pihaknya meyakini, berdirinya KFC di Boyolali ini akan menjadi pintu masuk restoran-restoran lain bertaraf internasional juga membuka cabangnya di Boyolali.
“Perlu saya sampaikan, sudah ads beberapa restoran lain yang bertaraf internasional juga sudah mendaftar. Tunggu saja dalam beberapa waktu kedepan, InsyaAllah tahun ini akan berdiri beberapa resto internasional di Boyolali,” tandas Seno.
Bupati yakin daya beli masyarakat Boyolali cukup tinggi, sehingga restoran ini akan sukses. Pihaknya meminta kepada masyarakat saat membeli tetap menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan.
“Yang penting waktu membeli jaga jarak. Pesan saya protokol kesehatan dikedepankan,” imbau Seno. (aji/biz)