Beranda Headline KH Buchori Amin Meninggal Saat Ceramah di Ponpes

KH Buchori Amin Meninggal Saat Ceramah di Ponpes

146
BERBAGI
Kiai Buchori Amin saat berceramah sebelum meninggal. ist

JATENGPOS.CO.ID, MALANG – Berita mengejutkan datang dari Ponpes Al Islahiyah Singosari, Malang.

Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang KH M Buchori Amin meninggal meninggal saat memberikan mauidloh hasanah atau ceramah di ponpes Al Islahiyah Singosari, Malang dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tubuh Kiai Buchori yang duduk tegak di kursi mendadak terhuyung ke belakang setelah berceramah sekitar 13 menit. Mengetahui itu, para jemaah langsung berlarian ke atas panggung untuk menolong Kiai Buchori.

Ketua PCNU Kabupaten Malang Umar Usman saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Kiai Buchori wafat dalam acara tersebut.

“Kejadiannya sekitar pukul 15.30 sore. Naik panggung baru sekitar setengah jam. Karena di sebelah (tempat acara) ada klinik Muslimat NU lalu dibawa ke sana. Di klinik kemudian dipastikan bahwa beliau sudah meninggal. Tapi beliau memang diketahui sudah meninggal pas di atas panggung,” kata Umar Usman, Sabtu (15/11/1018).

Dari klinik, jenazah Kiai Buchori langsung dibawa ke kediamannya di Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Sedangkan untuk rencana pemakaman, Umar mengaku belum mengetahui apakah langsung malam harinya atau besok.

“Masih dirundingkan sepertinya. Mungkin besok dimakamkan. Tapi ini masih menunggu kepastian dari keluarga karena tadi putranya juga ikut mengawal beliau,” beber Umar.

Untuk dugaan meninggalnya Kiai Buchori, Umar menyebutkan kemungkinan sakit jantung. Karena sebelumnya, almarhum diketahui mempunyai riwayat sakit jantung.

“Pernah mengalami itu (sakit jantung). Tapi itu sudah lama sekitar 5 tahun lalu. Setelah itu tidak pernah kambuh dan aktif berdakwah lagi. Saat dakwah juga penampilannya selalu terlihat segar,” ujar Umar.

Di mata jemaah, tutur Umar, almarhum merupakan sosok yang lurus dalam beragama. Selain itu hari-harinya selalu dipenuhi dengan dakwah dan undangan berceramah dari satu tempat ke tempat lain.

Dalam berdakwah, gaya komunikasi almarhum enak dan disukai oleh jamaah. Sehingga banyak jamaah yang menanti setiap tausiah-tausiah keagamaan yang dibawakan oleh almarhum Kiai Buchori.

“Sebagai Ketua PCNU Kabupaten Malang, Kami merasa kehilangan. Beliau ini salah satu kyai sepuh kapundut (wafat) dan tentu kita sangat kehilangan karena kita masih membutuhkan siraman siraman rohani dari beliau,” terang Umar.

“Tapi melihat beliau kapundut dalam keadaan sedang ceramah menyampaikan dakwahnya. Kita bangga. Insyaallah husnul khotimah,” pungkas Umar.(dtc/drh)

BERBAGI