Beranda Ekonomi Klaim Manulife Indonesia Tembus Rp54 Miliar

Klaim Manulife Indonesia Tembus Rp54 Miliar

15
- MELAYANI NASABAH- Manajemen dan staf Manulife Indonesia tengah melayani nasabah. FOTO : IST/ANING KARINDRA/JATENG POS

*Terkait Covid-19, Optimalkan Layanan Nasabah

JAKARTA- Manulife Indonesia terus berkomitmen memberikan layanan penyedia solusi keuangan dengan membantu para nasabah menjalani hari semakin hari semakin baik. Hal ini terlihat salah satunya dalam bentuk pembayaran klaim terkait Covid-19 sejumlah Rp54,5
miliar per 9 November 2020.

Ryan Charland, Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia mengatakan, Covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi Manulife Indonesia terutama bagaimana
tetap terkoneksi dengan nasabah. Manulife Indonesia semakin menggalakkan digitalisasi
dan memastikan para tenaga pemasar untuk tetap memberikan layanan melalui non-Face to
Face.

“Begitu pula dengan layanan Customer Service yang tetap berupaya melakukan
pelayanan kepada nasabah dengan cara yang berbeda bahkan ketika tanpa harus bertatap
muka. Kerjasama yang kuat antar tim Manulife Indonesia, baik karyawan maupun tenaga
pemasar membuat upaya memenuhi kebutuhan nasabah dan bisnis tetap berjalan dengan
baik meskipun dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi,” katanya.

Ditambahkan, mendengarkan saran maupun kritik dari para nasabah adalah salah satu faktor penting
dalam menjalankan bisnis Perusahaan. Secara berkala, Manulife Indonesia mengadakan
pertemuan secara virtual dengan para nasabah dan mendengarkan keluhan-keluhan mereka
untuk menjadikan layanan perusahaan semakin hari semakin baik ke depannya.

“Selain itu, survei Manulife Asia Care juga menunjukkan jika 300 responden di Indonesia
sejak pandemi beralih dari belanja secara offline ke online (65%), menggunakan layanan
online seperti pembayaran, belanja dan pengiriman makanan (71%) dan khususnya
menggunakan media online untuk mencari berita dan bersosialisasi (keduanya sebesar
69%). COVID-19 telah mempercepat tren yang sudah ada terutama digitalisasi dalam gaya
hidup. Oleh sebab itu, insurtech (insurance technology) bisa menjadi salah satu yang
dimanfaatkan untuk peningkatkan inklusi dan bisnis asuransi,” imbuhnya.

Sebagai upaya Manulife Indonesia untuk memberikan layanan yang lebih optimal terutama
di era pandemi, lanjutnya, perusahaan memaksimalkan langkah-langkah efektif yang sudah ada. Layanan tersebut antara lain memanfaatkan layanan non face to face untuk nasabah, memperluas aplikasi digital untuk nasabah untuk memudahkan mereka dalam
mengakses layanan kami, seperti submit klaim, cek polis melalui MiAccount.

“Selain itu juga bekerjasama dengan platform untuk memperluas jangkauan nasabah seperti denganHalodoc. Nasabah korporasi Manulife dapat memanfaatkan layanan ini untuk cek kondisi kesehatan mereka di aplikasi tersebut,” terangnya.

Sementara, survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) 2019 yang dilakukan OJK menunjukkan, inklusi perasuransian sebesar 6,18 persen, jauh dibawah perbankan yang mencapai 73,88 persen.
Inklusi asuransi yang rendah menunjukkan ruang untuk industri ini berkembang masih
sangat besar.

“Ke depannya, Manulife Indonesia berharap lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang mulai sadar akan pentingnya asuransi. Saat ini kami melindungi lebih dari 2 juta nasabah di seluruh Indonesia,” tukasnya.(aln)