Beranda Jateng Kodim Gelar Simulasi Antisipasi Bencana

Kodim Gelar Simulasi Antisipasi Bencana

15
BERBAGI
Antisipasi Bencana : Danrem 073/Makutarama Kolonel ( Inf) Joni Pardede ( berdiri kiri) meninjau simulasi yang dipimpin Dandim 0714/Salatiga Letkol ( Inf) Prayogha Erawan ( berdiri kanan) dalam penanggulangan bencana . ( foto : dekan bawono/ jateng pos)

JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA– Kodim 0714/ Salatiga melaksanakan simulasi bencana sebagai bentuk antisipasi terhadap bencana yang sewaktu-waktu datang. Simulasi dalam bentuk gladi ini berlangsung selama tiga hari  dimulai Rabu ( 16/5) kemarin di Kodim Salatiga. Kegiatan ini dihadiri oleh Danrem 073/Makutarama Kolonel (Inf) Joni Pardede yang meninjau langsung gladi ini.

Danrem mengatakan, gladi simulasi pelatihan bencana ini untuk melatih unsur-unsur pimpinan di markas komando agar terjadi sinergi dalam menangani permasalahan di lapangan. Dikatakannya setelah simulasi ini langsung diimplementasikan di lapangan dengan melibatkan Babinsa, kepala desa dan juga masyarakat.“

Saat ini kita ketahui cuaca tidak menentu, sebagai bentuk antisipasi terhadap bencana, jika ada, maka dilakukan simulasi ini, agar nantinya cepat dan tanggap dalam penanganan bencana,” imbuh Kolonel (inf) Joni Pardede.

Dikatakan Danrem, wilayah Korem yang meliputi 9 daerah di karisidenan Pati dan Semarang memiliki kerawanan masing-masing sesuai dengan kondisi geografisnya. Misalnya untuk daerah pesisir, seperti Demak, Rembang , Jepara merupakan rawan banjir. “ Untuk wilayah Kabupaten Semarang sendiri sudah kita ketahui rawan tanah longsor seperti di Getasan dan Sumowono,” ujarnya.

Dijelaskan Danrem, untuk personil yang terlibat dalam gladi ini dari unsure pimpinan dan staf sekitar 75 personil, namun unsur-unsur lain yang ada yang mendukung kegiatan ini hampir 300-an orang.

Sementara, Dandim 0714/Salatiga Letkol ( Inf) Prayogha Erawan menambahkan, kegiatan ini merupakan latihan posko 1 untuk penanggulangan bencana alam yang bertujuan untuk melatih koordinasi antara pinpinan dan stafnya serta instansi-instansi terkait.

Dikatakan Prayogha, wilayah Kodim yang meliputi wilayah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, memiliki tingkat kerawanan yang berbeda.  “ Untuk Wilayah Kabupaten Semarang kita ketahui rawan tanah longsor karena sudah beberapakali terjadi. Ada 4 titik rawan longsor yaitu 1 di Banyubiru dan 3 di Getasan,” imbuhnya.

Dandim berharap dengan adanya latihan ini bisa meningkatkan koordinasi sehingga bila sewaktu-waktu terjadi bencana, bisa langsung cepat dan tanggap dalam penanganan. (deb/bis)

 

BERBAGI