Beranda Jateng Komisi C DPRD Demak Tinjau Proyek Jalan Alternatif Karangawen dan RSUD Sultan...

Komisi C DPRD Demak Tinjau Proyek Jalan Alternatif Karangawen dan RSUD Sultan Fatah

BERBAGI
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Demak saat mengunjungi RSUD Sultan Fatah di kecamatan Karangawen, Demak. Foto:adhi/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID. DEMAK– Pembangunan di Kabupaten Demak hingga kini masih terus berlangsung, pembangunan infrastruktur maupun sarana dan prasarana terus dikerjakan. Hal ini dilakukan agar masyarakat Demak  dapat menikmati pembangunan yang merata hingga ke pelosok desa.

Berbagai pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Demak dalam setahun terakhir, atau tahun anggaran 2017 kemarin dilakukan peninjauan oleh Komisi C DPRD Demak. Dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C, H. Sudarno S Sos, kegiatan tersebut  berlangsung selama dua hari.

Hari pertama rombongan melakukan kunjungan ke kecamatan Karangawen, tepatnya di Desa Sidorejo dan Desa Brambang. Di sini anggota Komisi C DPRD Demak melihat perkembangan pembangunan jalan penghubung antara dua desa tersebut yang saat ini masih dalam tahap pengurukan. Jalan sepanjang 1,2 kilometer tersebut dibangun dengan anggaran mencapai tiga miliar yang diambilkan dari APBD.

Sudarno ketua Komisi C mengatakan bahwa jalan dan jembatan tersebut nantinya diharapkan bisa mengurai kemacetan di jalur Mranggen – Grobogan yang selama ini selalu terjadi pada jam-jam sibuk.

“Jalan ini nantinya diharapkan bisa menjadi jalan alternatif dari Mranggen menuju Karangawen, sehingga para pengguna jalan bisa dialihkan ke jalur ini untuk mengurai kemacetan,” jelas Sudarno.

“Kita harapkan pengerjaannya segera selesai sehingga bisa langsung digunakan, karena sudah kita anggarkan untuk tahun 2018 ini. Terutama untuk gorong-gorong atau drainase perlu kita perhatikan,” ujar politisi dari PDIP tersebut.

Selain pengerjaan pengurukan jalan, juga dibangun jembatan penghubung antara dua desa tersebut agar mampu dilewati kendaraan lebih banyak.

“Untuk jembatan Sidorejo – Brambang pagu anggarannya adalah Rp 2 miliar dengan bentang jembatan sepanjang 41 meter. Saat ini masih dalam tahap pengerjaan tumpuan atau landasan cor di kanan dan kiri jembatan,” imbuh Masruh didampingi Irman subagyo dari DPUPPE Kabupaten Demak yang mendampingi anggota Komisi C.

Sedangkan untuk hari ke dua, rombongan Komisi C DPRD Kabupaten Demak melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Fatah di Kecamatan Karangawen. Rumah sakit yang pengerjaannya sudah selesai dan diserahkan ke pihak PU pada bulan Desember tahun lalu tersebut menghabiskan dana sebesar Rp 14,6 milyar.

Dibangun setinggi dua lantai, pembangunan gedung berwarna hijau putih ini menempati bekas peternakan sapi milik Anwusa. Untuk luas bangunan, gedung yang belum memiliki ruang rawat inap tersebut seluas 18 x 40 meter dengan luas tanah 3,2 hektar.

Pembangunan pintu air dan talud diharapkan dapat membantu pengairan pertanian petani. Foto:ADHI/JATENGPOS

“Untuk sementara RS ini masih menyediakan poliklinik saja, untuk UGD dan rawat inap sudah dianggarankan tahun 2018 ini sebesar Rp 13,8 milyar. Ruang poli sendiri ada 10 ruangan terdiri dari empat ruang poli besar yang melayani anak, kandungan, bedah, dan penyakit dalam. Adapun poli kecil akan digunakan untuk melayani mata, dan kulit,” jelas Aris Kusuma dari Puskesmas Karangawen.

Sudarno dan anggota Komisi C lainnya mengharapkan agar selekasnya pihak Pemkab memfungsikan RS tersebut, untuk melayani warga Karangawen dan sekitarnya. Pasalnya, selama ini warga setempat terutama dari Karangawen yang menderita sakit harus berobat ke RS di Grobogan atau Semarang.

“Jika sudah ada rumah sakit disini tentunya akan sangat membantu warga yang membutuhkan pertolongan kesehatan tanpa harus berobat ke Semarang atau Grobogan. Kasihan mereka jika harus pergi jauh-jauh  untuk berobat,” imbuhnya.

Selain peninjauan ke rumah sakit, rombongan juga meninjau pembangunan pintu air di Desa Sumberejo kecamatan Mranggen serta pembuatan talud di lokasi yang sama sepanjang 243 meter dengan total anggaran Rp 398 juta.

“Pembangunan pintu air dan talud ini diharapkan akan sangat membantu petani di Mranggen dalam masalah pengairan,” pungkasnya. (adi/muz)

BERBAGI