Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Koran Media Nyata Belajar IPS

Koran Media Nyata Belajar IPS

175
Eti Sri Wahyuningsih, SS Guru IPS SMP Negeri 1 Kertek, Kab. Wonosobo
Eti Sri Wahyuningsih, SS Guru IPS SMP Negeri 1 Kertek, Kab. Wonosobo

Tujuan dalam belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) peserta didik harus menguasai kompetensi dasar yang telah ditetapkan pemerintah. Kompetensi dasar tersebut mencakup pertama perubahan keruangan dan interaksi antar ruang yang diakibatkan oleh manusia dan pengaruhnya terhadap kelangsungan kehidupan manusia. Kedua perubahan kehidupan sosial budaya dalam menghadapi arus globalisasi. Ketiga, ketergantungan antarruang dilihat dari konsep ekonomi dan pengaruhnya terhadap migrasi penduduk, transportasi, Lembaga sosial, ekonomi, pekerjaan, dan kesejahteraan masyarakat. Keempat menganalisis kronologi, perubahan dan kesinambungan ruang dari awal kemerdekaan sampai reformasi.

          Untuk mencapai kompetensi-kompetensi dasar yang sudah ditentukan tersebut diatas diperlukan suatu sarana berupa media. Salah satu media yang dipilih oleh penulis dalam melaksanakan pembelajaran adalah koran. Koran merupakan sebuah media massa yang dicetak dan isinya memuat tentang informasi-informasi sekitar kehidupan sehari-hari dan informasi sekitarnya. Berita yang ada didalamnya dicari oleh para jurnalis ataupun wartawan yang langsung mendapatkan berita dari sumber utama. Jadi dapat disimpulkan bahwa koran berfungsi menyampaikan informasi seperti berita harian/terkini yang terjadi disekitar kita seperti peristiwa banjir, tanah longsor, gempa bumi.

          Pada pembelajaran yang dilakukan penulis yaitu materi kompetensi Dasar  Perubahan kehidupan social budaya dalam menghadapi arus globalisasi untuk memperkokoh kehidupan bangsa pada materi  bab 2 C. Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial penulis memanfaatkan media koran. Pemilihan media ini bertujuan agar siswa lebih memahami kasus-kasus konflik dalam masyarakat secara nyata. Peserta didik dapat memahami tentang pengertian konflik, bentuk-bentuk konflik, penyebab konflik dan cara menyelesaikan konflik dan upaya untuk menghindari konflik melalui kasus-kasus berita criminal yang terdapat di koran.

          Langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam pembelajaran antara lain:  Pertama,  kelas dibentuk menjadi delapan  kelompok kecil tiap kelompok empat peserta didik. Kedua, semua peserta didik diajak keperpustakaan sekolah untuk mencari dan membaca dua artikel tentang konflik di koran. Ketiga, tiap kelompok diberi tugas untuk mencari dua artikel tentang konflik untuk didentifikasi pelaku konflik, lokasi, tanggal kejadian, bentuk konfik, dan dianalisis penyebab konflik, serta memberi pendapat bagaimana cara menyelesaiakan konflik tersebut dan cara menghindari konflik tsb. dengan berdiskusi di dalam kelompok. Keempat, setelah setelah selesai hasil kerja kelompoknya dipresentasikan di depan kelas  untuk mendapat tanggapan dari peserta didik yang lain. Kelima, hasil kerja kelompok dipajang di papan pajang untuk dibaca rekan yang lain.

          Pengunaan koran sebagai media pembelajaran sangat menguntungkan bagi peserta didik antara lain menanamkan semangat membaca koran karena sebagian besar peserta didik tidak berlangganan koran dan jarang membaca koran. Peserta didik lebih bersemangat karena belajar di ruang yang berbeda yaitu perpustakaan. Peserta didik belajar bekerja sama dengan rekannya dalam kelompok untuk menyelesaikan tugasnya. Peserta didik lebih memahami konsep-konsep tentang konflik karena dipelajari dengan studi kasus yang di koran sebagai kejadian yang riil. Keuntungan ini berefek pada   hasil belajar pada materi Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial.  setelah dievaluasi melalui tugas dan ulangan harian hasilnya sangat memuaskan.

          Koran sangat cocok sebagai media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial karena koran berisi berita atau informasi terbaru yang berkaitan dengan kehidupan social. Kehidupan social budaya tersebut meliputi aspek geografi, sosiologi ekonomi dan sejarah. Koran menjadi media pembelajaran yang sangat baik karena memuat kasus-kasus terapan yang nyata dari konsep-konsep Ilmu Pengetahuan Sosial.

Eti Sri Wahyuningsih, SS

Guru IPS SMP Negeri 1 Kertek, Kab. Wonosobo