Beranda Pilkada Serentak 2018 KPU Gelar Gerakan Coklit Serentak

KPU Gelar Gerakan Coklit Serentak

Sambangi Ikon Tokoh sampai Warga Terdampak Tol

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Komisi Pemiihan Umum (KPU) Jawa Tengah akan melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) pemilih sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT), pada 20 Januari sampai 18 Februari.

Coklit dilakukan serentak melibatkan seluruh anggota KPU RI, KPU Provinsi, KPU Kabupaten /Kota, PPK, PPS, dan PPDP. Petugas akan mendatangi langsung rumah warga yang akan menggunakan hak pilihnya pada pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara pada 27 Juni 2018.

“Coklit ditujukan menggugah kesadaran masyarakat, serta menyempurnakan proses agar kita peroleh data yang komprehensif berkualitas dan akurasi tinggi,” kata Joko Purnomo, Ketua KPU Jateng, Kamis (18/1).

Sehingga, semua warga negara yang telah memenuhi syarat harus terdaftar, dan warga negara yang tidak lagi memenuhi syarat harus dicoret dari daftar pemilih.

“Diturunkan personil Coklit di Jateng ada 92.894 orang terdiri PPDP 64.171 orang, PPS 25.677 orang, PPK 3.865 orang, KPU Kabupaten/Kota 175 orang, KPU provinsi 5 orang, dan KPU RI satu orang,” terangnya.

Target rumah yang dicoklit 320.855 rumah dengan setiap petugas coklit PPDP minimal 5 rumah. Dari 1.284.420 atau 4,74 persen dari total pemilih dalam DP4 yang diterima Kementerian Dalam Negeri sebanyak 27.088.592 pemilih.

“Dengan demikian dalam satu hari pada Gerakan Coklit Serentak ini akan ada 4,74 persen atau 1.284.420 pemilih yang tercoklit atau terdaftar,” ujarnya.

KPU Jateng dan KPU RI berencana akan turun coklit ke enam daerah di Jateng guna menemui tokoh baik agama, masyarakat, seniman, olahragawan dan lainnya, yaitu Kabupaten Banyumas bertemu Ahmad Tohari (Seniman), Kabupaten Rembang bertemu Gus Mus (agamawan), Kabupaten Magelang bertemu Mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, di Solo bertemu Ibunda Presiden Joko Widodo yakni Nomo Koeswoyo, serta paslon Gajar Pranowo-Taj Yasin.

“Kami harap tokoh yang kita datangi Coklit menjadi ikon dalam setiap penyelenggaran pemilu maupun saat pemiihan guna meningkatkan partisipasi pemilih,” katanya.

KPU juga akan melakuan penyempurnaan pendataan seperti pada Lembaga Pemasyarakatan, warga Panti, komplek pemukiman tertentu, wilayah perbatasan, asrama, pondok pesantren, dan warga yang terdampak proyek jalan tol. (aam/udi)