Beranda Ekonomi KSP Inti Dana Fokus Pengembalian Aset

KSP Inti Dana Fokus Pengembalian Aset

69
RAPAT ANGGOTA: Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Inti Dana, Sabtu (18/1/2020), menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) di Hotel Quest Semarang. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS
RAPAT ANGGOTA: Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Inti Dana, Sabtu (18/1/2020), menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) di Hotel Quest Semarang. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Inti Dana pada tahun ini akan fokus pada upaya pengembalian aset yang dikuasai oleh sejumlah oknum anggota atau mantan pengurus. Hal tersebut menjadi salah satu langkah untuk memulihkan kinerja usaha koperasi dan tanggung jawabnya terhadap para anggota.

Hal tersebut dikatakan Budiman Gandi Suparman, Ketua Umum KSP Inti Dana, dalam Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) yang digelar di Hotel Quest Semarang, Sabtu (18/1/2020).

Menurut Budiman, kepengurusan koperasi saat ini juga berkomitmen untuk mewujudkan manajemen yang transparan bagi lebih dari 46.000 anggotanya. Langkah tersebut sekaligus untuk memulihkan kepercayaan anggota yang tersebar di lima provinsi di Pulau Jawa.

“Sebagai koperasi primer di Indonesia, perbaikan manajeman sangat perlu dilakukan untuk menjalankan kembali KSP Inti Dana, termasuk pengembalian aset yang dimiliki oleh sejumlah oknum anggota atau mantan pengurus,” ungkapnya.

Dijelaskan, saat ini total aset yang dikuasai oleh oknum anggota serta mantan pengurus KSP Inti Dana mencapai 34 aset dengan nominal sekitar Rp141 miliar. Adapun total aset milik KSP Inti Dana ada 78 aset.

“Jadi, ada sekitar 43 persen aset dikuasai oknum anggota serta mantan pengurus. Padahal dalam aturan sangat jelas bahwa kepemilikan aset lebih dari 25 persen harus minta izin ke seluruh anggota namun kali ini tidak,” jelasnya.

Dijelaskan, kepemilikan aset tersebut menghambat laju KSP Inti Dana yang berdampak pada kepercayaan anggota. Maka dari itu, RALB sengaja digelar untuk menindaklanjuti sejumlah permasalahan yang terjadi sejak RALB pertama 2015 silam, dimana tidak terjadi transparansi keuangan serta cenderung one men show dari manajemen, sehingga tidak mampu membawa KSP Inti Dana bangkit.

“Permasalahan tersebut harus segera diselesaikan, dan aset harus dimiliki kembali supaya geliat perekonomian bisa berlanjut dalam usaha koperasi. Kami tidak mau ada gugat menggugat antar anggota. Karena ke depan KSP Inti Dana harus melangkah lebih maju untuk mensejahterakan anggota,” jelas Budiman.

KSP Inti Dana, lanjutnya, sudah menjalankan sejumlah skema dengan total yang telah dibayarkan dari 19 Desember 2016 hingga 31 Desember 2019, sebesar Rp 129 miliar lebih.Dengan demikian, tersisa kewajiban mencapai Rp800 miliar dari total kewajiban simpanan per tanggal 3 September 2015 yang mencapai Rp 930 miliar. (aln/muz)