Beranda Ekonomi KSP Restu Indo Agung Salurkan Pinjaman Rp80 Miliar

KSP Restu Indo Agung Salurkan Pinjaman Rp80 Miliar

744
KOPERASI : Ria Arianie saat menyampaikan laporan dalam Rapat Anggota Tahunan KSP Restu Indo Agung Semarang. Alkomari/Jateng Pos
KOPERASI : Ria Arianie saat menyampaikan laporan dalam Rapat Anggota Tahunan KSP Restu Indo Agung Semarang. Alkomari/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Restu Indo Agung Semarang memiliki strategi tersendiri dalam meningkatkan usahanya dan terus eksis. Salah satunya dengan memfokuskan pada penggarapan pasar properti atau perumahan.

Sebagian besar nasabah pinjaman KSP Restu Indo Agung saat merupakan para pengembang kelas menengah kebawah di Kota Semarang dan sekitarnya. “Rata-rata pengembang rumah small medium yang memiliki proyek pengembangan rumah,” ujar Ria Arianie selaku Pengurus KSP Restu Indo Agung Semarang, kemarin.

Bahkan melalui pinjamannya tersebut, KSP Restu Indo Agung ikut serta dalam membantu dalam pengadaan rumah bagi masyarakat. Tentu saja ini secara tidak langsung juga membantu pemerintah dalam pengadaan rumah bagi masyarakat.

Selain itu, Ria Arianie juga berusaha untuk terus fokus saja pada usaha simpan pinjam sesuai dengan jenis koperasi yang dikelolanya yakni koperasi simpan pinjam. Hal itu penting karena sekarang banyak koperasi yang gagal lantaran tidak fokus dalam usahanya.

Ria Arianie mulai mengelola koperasi pada akhir tahun 2013 dengan total pinjaman kepada anggota pada saat itu hanya sekitar Rp1 miliar – Rp2 miliar. ”Kini koperasi yang saya kelola, sudah menyalurkan pinjaman sekitar Rp80 miliar dengan jumlah karyawan 23 orang,” terangnya.

Menurutnya, kiat sukses mengelola koperasi hanya sederhana saja. Yang jelas, lanjutnya, harus bisa menepati janji kepada anggota koperasi yang telah memberikan kepercayaannya. Koperasi simpan pinjam, sambungnya, harus berjalan sesuai namanya yakni menerima simpanan dan memberi pinjaman, tidak bergerak di sektor riil. ”Saya menerapkan prinsip kekeluargaan, baik kepada anggota maupun seluruh jajaran pengelola koperasi. Nggak terlalu itung-itungan dan nggak baper,” imbuhnya.

Ria sebenarnya merupakan seorang apoteker, tapi kini justru berhasil mengelola Koperasi Simpan Pinjam Restu Indo Agung yang berkantor di Jalan Sriwijaya Semarang. ”Setelah lulus kuliah Apoteker, saya melamar pekerjaan di perusahaan farmasi. Tapi malah mendapat tawaran bekerja di bank. Disini saya jadi bisa berkenalan dengan banyak orang dan mendapat banyak ilmu dunia keuangan,” tuturnya.

Ria pernah bekerja di bank selama enam tahun di bagian kredit. Dengan ilmu yang didapat itu, Ria berpikir untuk mengelola koperasi simpan pinjam beserta anggota pendiri lainnya. ”Karakteristik bank dengan koperasi berbeda, termasuk juga nasabah bank berbeda dengan anggota koperasi,” papar wanita berusia 32 tahun itu.

Kedepan, ia pun ingin serius mengembangkan koperasi yang dikelolanya ‘’Kedepan tentu berpikir ingin buka cabang, namun untuk tahun 2018 dan 2019 ini masih fokus di satu kantor koperasi ini. Apalagi, sekarang lagi tahun politik. Keadaan ekonomi masih wait and see sehingga kami lebih fokus dalam memperketat prosedur dan aturan internal,” tambahnya. (bis/mar)