Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Ku Dedidasikan IPA Untuk Pendidikan Karakter

Ku Dedidasikan IPA Untuk Pendidikan Karakter

261
BERBAGI
Sri Widodo, S.Pd SMP Negeri 1 Kradenan Kab. Grobogan
Sri Widodo, S.Pd SMP Negeri 1 Kradenan Kab. Grobogan

GROBOGAN – Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dikenal juga dengan istilah sains. Dalam bahasa Latin sins berasal dari kata scientia yang berarti “saya tahu”. Dalam bahasa Inggris berasal dari kata science yang yang berarti “pengetahuan”. IPA merupakan cabang ilmu pengetahuan yang dibangun berdasarkan pengamatan dan klasifiksi data, serta disusun dan diverifikasi dalam hukum-hukum, teori-teori yang bersifat kuantitatif, yang melibatkan aplikasi penalaran matematis dan analisis data terhadap gejala-gejala alam.

Sejalan dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang  dirancang untuk memperkuat kompentensi siswa dari sisi pengetahuan, ketrampilan, dan sikap secara utuh. Setiap proses pembelajaran dilanjutkan sampai membuat siswa terampil dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasai secara konkret dan abstrak, dapat mensyukuri anugerah alam semesta yang dikaruniakan Tuhan melalui pemanfaatan yang bertanggung jawab.

Setiap keterampilan proses IPA dari keterampilan proses dasar (mengamati, menggolongkan, mengukur, mengkomunikasikan, menginterpretasi data, memprediksi, menggunakan alat, melakukan percobaan, dan menyimpulkan) sampai keterampilan proses terintegrasi (merumuskan masalah, mengidentifikasi variable, mendeskripsikan antar variable, mengendalika variable, merumuskan hipotesis, merancang percobaan, memperoleh dan menyajikan data dan menganalisis data) selalu dapat ditanamkan nilai-nilai sikap untuk pembentukan karakter.

Dalam proses pembelajaran biologi, materi berbagai sistem organ pada manusia mulai dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi atau mencoba, mengasosiasi atau menalar, mengomunikasikan hasil dan kalau memungkingkan mencipta, kita akan selalu dapat menanamkan nilai nilai sikap spiritual maupun sikap sosial. Dimulai kegiatan pengamatan organ-organ yang ada pada diri sendiri, membaca buku sumber, mendengar penjelasan dan membuat catatan tentang apa yang diamati. Dilanjutkan kegiatan menanya dari apa yang telah diamati akan muncul pertanyan-pertanyaan yang bersifat factual sampai pertanyaan yang bersifat hipotetik. Kegiatan menanya dilatihkan untuk mengembangkan rasa ingin tahu dari siswa. Bagaimana  cara kerja organ-organ tubuh kita, bagaimana seandainya terjadi gangguan kerja,apa yang akan terjadi dan seterunya.Semakin terlatih dalam bertanya, rasa ingin tahu semakin dapat berkembang.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul akan menjadi dasar siswa untuk menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, membaca buku lebih banyak, memperhatikan obyek lebih saksama bahkan melakukan suatu eksperimen. Dari apa yang telah mereka peroleh selanjutnya siswa diajak berfikir untuk mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai apa dan bagaimana organ-organ tubuh kita dapat berfungsi dengan baik, mendukung satu dengan yang lain untuk menunjang kehidupan kita. Yang pada akhirnya bersama guru siswa dapat membuat suatu kesimpulan, melakukan refleksi dan memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.

Siswa semakin menyadari betapa pentingnya kita mengetahui struktur, fungsi, cara kerja, dan apa yang terjadi jika organ-organ pada diri kita mengalami gangguan. Yang pada akhirnya sikap spiritual (beribadah, berdoa, toleran, dan syukur), dan sosial ( disiplin, jujur, santun, percaya diri, dan tanggung jawab ) pada siswa semakin tampak dan berkembang.

Demikan halnya di bidang fisika, hukum-hukum dalam fisika yang berupa suatu teori-teori, ternyata dapat diaplikasikan terciptanya suatu teknologi dari yang sederhana sampai yang modern. Hukum Archimedes yang berbunyi “Jika suatu benda dicelupkan kedalam suatu zat cir, maka benda itu akan memperoleh tekanan keatas yang sama besarnya dengan berat zat cairyang didesak benda tersebut”. Ternyata hukum tersebut dapat diaplikasikan dalam pembuatan sebuah kapal laut. Sebuah kapal laut yang memili massa ribuan ton, ternyata dapat terapung, padahal kita tahu sebuah paku yang massanya hanya beberapa gram tenggelam pada saat kita masukkan kedalam air. Jadi jika kesemua itu dapat dipahami oleh siswa maka mereka akan semakin menyadari,betapa besar anugerah yang telah diberikan kepada kita, timbul semangat untuk belajar dan selalu mensyukuri apa yang telah kita terima.

Didalam pembelajaran IPA selain kita dapat mentransfer pengetahuan kita juga dapat menanamkan karakter yang luhur. Pada akhirnya rasa bangga, senang, dan selalu bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa, yang pada akhirnya sebagai seorang pendidik IPA memiliki kesempatan yang cukup besar untuk berperan aktif dalam mencetak generasi penerus bangsa yang yang memiliki wawasan luas dan berkarakter menuju generasi emas yang bermartabat.

Sri Widodo, S.Pd

SMP Negeri 1 Kradenan,Kab. Grobogan

 

BERBAGI