Beranda Jateng Kualitas Jalan Tangen-Gesi Dipertanyakan, Baru Selesai sudah Rusak

Kualitas Jalan Tangen-Gesi Dipertanyakan, Baru Selesai sudah Rusak

118
BERBAGI
Kondisi jalan Tangen Gesi yang sudah rusak, terkelupas. FOTO : ARI SUSANTO/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Proyek  jalan  Tangen – Gesi, Kabupaten Sragen yang baru  selesai dikerjakan sekitar seminggu kondisinya sebagian sudah rusak. Sejumlah titik proyek jalan dengan anggaran Rp 7,2 miliar  rusak mengelupas.

Wahono, salah satu warga Desa Katelan, Tangen, Sragen mengungkapkan, melihat kondisi lapangan aspal sangat tipis, sehingga banyak yang mengelupas.

“Padahal, baru satu minggu selesai dikerjakan, sudah banyak yang mengelupas,” papar Wahono, Selasa (26/12).

Dijelaskan Wahono, dari papan nama proyek, dikerjakan PT.  Karyajati  Tata  Mandiri  Sukoharjo. Pembangunan jalan itu,  sumber anggarannya dari pusat dan propinsi. Dari APBNP 2017 sebesar Rp. 3.483.984.000, panjang  2,76 KM lebar 5,00 meter. Titik jalan antara   Gunung  Banyak  sampai  Gesi.Kemudian titik Gunung Banyak- Tangen dianggarkan Rp. 3.707.604.000, panjang  3.28 Km panjang  5,00 meter.

“Karena ketebalan aspal tak sampai 5 cm, banyak yang mengelupas. Kondisi itu membuat warga sekitar kecewa karena diyakini kualitas proyek tidak tahan lama,” ujar Wahono.

Menurut Wahono, kerusakan aspal tepatnya di Dukuh  Padas, Desa

Srawung,  Gesi , aspalnya  mlendung, mengelupas. Wahono yang juga aktivis Forum Masyarakat Sragen (Formas) ini juga mendapat aduan warga yang mengeluhkan  bibir  jalan  tidak  diuruk  rata  seperti  semula. Sehingga saat hujan bibir jalan becek.

“Sehingga warga terpaksa menguruk sendiri jalan di depan rumahnya. Padahal sepengetahuan warga, itu menjadi tanggung jawab pelaksana proyek. Paling tidak tanah dikembalikan seperti semula,” ucap Wahono.

Disisi lain, Tim Pengawasan dan Pengawalan Pengamanan Proyek Daerah (TP4D) dinilai juga tak optimal. Pasalnya, dalam fungsi pengawasan dinilai tak berjalan.

“Karena melihat kondisi lapangan, kualitas proyek yang dipertanyakan tak ada pengawasan yag kuat,” tandas Wahono.

Maka, formas sendiri pihak terkait untuk lakukab kroscek dilapangan.(ars/saf/udi)