Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Kumpulan Kata Solusi Menulis Puisi

Kumpulan Kata Solusi Menulis Puisi

456
Dra Sri Endang Lestari Guru SMP 1 Selogiri
Dra Sri Endang Lestari Guru SMP 1 Selogiri

Menulis puisi merupakan aktivitas pemadatan. Yang dikemukakan dalam puisi hanyalah inti masalah, peristiwa, atau inti cerita. Karena puisi itu mampat dan padat, maka penyair memilih kata dengan akurat (Altenbernd,1970,hlm.9).

            Terbentur dari peengertian puisi di atas, maka pengajaran sastra terutama puisi, peserta didik merasa kesulitan dalam mempelajarinya.Kendala yang lainpun turut andil di dalamnya (1) Kurangnya guru dalam penguasaan materi.(2) Media atau metode yang digunakan guru terkesan monoton sehingga terkesan membosankan.(3) Rendahnya minat menulis puisi peserta didik.

            Hal ini dialami oleh peserta didik SMP Negeri I Selogiri kelas VIII.F pada saat guru menyampaikan materi KD; Mempelajari gagasan, perasaan, pendapat dalam bentuk puisi secara tulis/lisan dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun puisi.Terdapat beberapa peserta didik yang pasif, acuh, atau tidak menunjukkan keterlibatan dalam proses pembelajaran sehingga pada akhirnya tidak mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.Kondisi inilah yang menyebabkan hasil belajar peserta didik menjadi rendah dan secara otomatis tidak tercapainya KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal ).

            Syair-syair lagu memang banyak yang berupa puisi. Isinya padat makna dan disusun dengan nada-nada yang indah. Dengan demikian, berpuisi sebenarnya bukanlah hal yang sulit untuk di sajikan dan bukan hal baru lagi bukan?.

            Kepuitisan puisi dapat dicapai dengan bermacam-macam cara, misalnya dengan bentuk visual: tipografi, susunan bait; dengan bunyi: persajakan, asonansi, aliterasi, kiasan bunyi, lambang rasa, dan orkestrasi; dengan diksi, bahasa kisan, sarana retorika, unsur-unsur kebahasaan, gaya bahasa, dan sebaginya (Altenbernd, 1970:4—5). Dengan banyaknya unsur-unsur pembentuk puisi tersebut yang membuat guru melewati materi puisi.Ironis bukan ?

            Banyak solusi yang dapat digunakan dalam menyajikan gagasan, perasaan, pendapat dalam bentuk puisi. Salah satu solusi dalam menulis puisi dapat menggunakan media “KUMPULAN KATA”. Alur daripada penggunaan media kumpulan kata ini sebagai berikut : (1) Setiap peserta didik harus menuliskan sebuah kata yang terbersit dibenaknya secara spotanitas. (2) Hal tersebut dilakukan hingga peserta didik terakhir dalam kelas itu.(3) Setelah seluruh peserta didik menyumbangkan kata kemudian guru menjelaskan cara kerja merangkai kata tersebut.(4) Peserta didik diminta untuk mencatat kumpulan kata yang telah disepakati di buku catatan masing-masing.(5) Peserta didik diajak untuk memahami dan menghayati dari masing-masing kata tersebut.(6) Mulailah merangkai kata demi kata yang tertera tadi dengan cara memberikan awalan, sisipan, atau akhiran dengan memilih salah satu kata yang menarik untuk dijadikani gagasan dalam menulis puisi.(7) Dalam merangkai kata harus terlihat adanya koherensi antara larik pertama dengan larik berikutnya sehingga didapat satu kesatuan makna yang harmonis dan selaras.

            Guru sebagai pendidik hendaknya senantiasa terus melakukan inovasi baru guna membangun kreativitas peserta didik dalam mengembangkan minat dan bakat mereka. Puisi itu selalu berkembang dari waktu ke waktu karena selera dan perubahan konsep keindahan ( Riffaterre, 1978: hln.1).

            Dengan penerapan media pembelajaran KUMPULAN KATA yang penulis terapkan pada peserta didik kelas VIII.F pada semester gasal tahun 2018/2019 menunjukkan (1) Dapat merangsang minat peserta didik dalam menulis puisi. (2) Memudahkan peserta didik dalam menentukan gagasan, ide untuk memulai menulis puisi.(3) Dihasilkan banyak tema tanpa penulis menentukan tema tertentu terlebih dahulu.(4) Suasana kelas lebih kondusif karena peserta didik fokus dalam merangkai kata yang telah disediakan.                  

            Maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Kumpulan Kata dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan daya kreativitas dan hasil belajar peserta didikdi sekolah.

Dra Sri Endang Lestari

Guru SMP 1 Selogiri