Beranda Hiburan Lagi, Pemilik Zeus Karaoke Dipolisikan

Lagi, Pemilik Zeus Karaoke Dipolisikan

94
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Bos Zeus Karaoke Semarang, Thomas, tampaknya akan sulit lepas dari kasus hukum yang menjeratnya. Pasalnya, kasus pajak dan praktik prostitusi semakin gamblang.

Hal itu setelah AL (45) yang juga mantan karyawannya di Zeus Karaoke secara resmi melaporkan ke Polrestabes Semarang, Rabu (25/7) kemarin. AL merasa diancam dan diintimidasi. Bahkan juga diminta memberi keterangan palsu kepada penyidik Polrestabes Semarang.

AL adalah salah seorang saksi yang sempat dipanggil penyidik Polrestabes Semarang terkait kasus prostitusi yang diduga dilakukan pemilik Karaoke Zeus tersebut.

AL diancam Thomas agar memberikan keterangan palsu ke penyidik, sesuai dengan kemauan pemilik karaoke. Thomas bahkan mengatakan kalau dirinya memiliki uang banyak dan teman berpengaruh.

“Saya diminta untuk jawab tidak tahu jika penyidik menanyakan tentang prostitusi yang ada di Zeus. Saya diancam dengan mengatakan kalau macam-macam dengan saya, kamu tahu temen saya banyak dan uang saya banyak, kemanapun kamu pergi, kamu berurusan dengan saya,” terang AL dengan polosnya.

Ketika dipanggil penyidik pada tanggal 17 Juli lalu, AL kemudian memberikan keterangan yang menurutnya tidak sesuai dengan kenyataan. Ia mengaku saat itu memberikan keterangan di bawah tekanan pengacara Zeus bernama Gandung yang juga mantan Kanit di Polrestabes Semarang itu.

“Karena nggak sreg saya bilang ke penyidik apa boleh datang lagi mengubah keterangan. Dan dijawab boleh, tapi pengacara bilang nggak apa-apa gak usah dirubah nanti saya yang mengatur,”terangnya.

AL kemudian mengubah kesaksiannya pada hari Selasa (24/7).

Ia mengungkapkan fakta adanya prostitusi yang terstruktur di Zeus Karaoke. Menurutnya, sekarang ini ada 40 wanita pemandu lagu di Zeus. Namun tidak semuanya bisa diajak kencan.

“Ya ada sekitar 15-an nona yang bisa diajak kencan, mereka juga memilih-milih tamunya. Bila tamu memang ingin dan menanyakan wanita yang mau diajak kencan baru kami tawarkan,” terang Mawar.

Ia menjelaskan terkait tarif dipatok Rp 1,4 juta untuk short time. Untuk kencan singkat tamu diwajibkan untuk melakukan ‘eksekusi’ di kamar hotel yang sudah disediakan. Namun jika pemesan menginginkan waktu kencan lebih lama baru dipersilakan untuk check in di hotel lain.

“Rp 1,4 juta itu rinciannya empat ratus ribu untuk hotel dan satu juta untuk nonanya, itu bukti pembayarannya jelas dan dicatat oleh akunting perusahaan,” beber Mawar.

Hanya saja ia menyebut, bukti pembayaran kencan tidak diprint out layaknya bukti pembayaran karaoke. Total tagihan hanya ditulis menggunakan pena namun jumlah tagihan karaoke dan kencan tetap diinput ke akuntan.

“Jadi tarif itu memang ditentukan perusahaan bukan saya yang menentukan, saya rasa penyidik juga tahu karena sudah mengantongi bukti-bukti pembayaran,” terang Mawar.

Kini wanita berkulit putih bersih tersebut mengaku telah dipecat oleh Thomad. Ia bahkan merasa akan dikorbankan dalam kasus prostitusi yang sedang diusut kepolisian tersebut.

Dugaan adanya pengarahan supaya karyawan Zeus memberikan keterangan tidak sesuai kenyataan tampaknya benar adanya. Setalah AL, Kamis (26/7) satu lagi karyawan Zeus Karaoke yang mengubah berita acara pemeriksaan (BAP)-nya di Polrestabes Semarang.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Baihaqi membenarkan pelaporan wanita mantan karyawan Zeus karaoke tersebut.

“Iya betul tadi siang melapor, saat ini kasusnya sedang ditangani oleh Unit PPA Polrestabes Semarang,” timpal Baihaqi.

Terpisah, pelapor Jeffry Fransiskus mengatakan, berdasarkan SP2HP yang diterimanya dari penyidik Polrestabes Semarang, ia meminta kepada Polrestabes Semarang untuk mencekal Thomas karena kasus prostitusinya sudah ditingkatkan ke penyidikan.

“Berdasarkan SP2HP yang kami terima, kalau kasus prostitusi sudah masuk ke tahap penyidikan, maka kami meminta penyidik untuk mencekal Thomas. Karena ditakutkan yang bersangkutan kabur ke negaranya,” ujarnya.

Selain mencekal Thomas, Jeffry juga meminta kepada penyidik untuk segera memberi garis polisi pada Zeus Karaoke. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah penghilangan barang bukti tambahan.

“Takutnya akan ada upaya menghilangkan barang bukti, maka sudah selayaknya polisi memberikan garis polisi di Zeus Karaoke,” pinta Jeffry.

Sementara itu Gandung Sardjito, Kuasa Hukum Thomas mengatakan, terkait hal tersebut dia akan berkoordinasi lebih dahulu dengan kliennya.

“Nanti saya koordinasikan dulu,” ungkapnya.(udi)

BERBAGI