Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Lagu Daerah Salah Satu Pembentuk Karakter Anak

Lagu Daerah Salah Satu Pembentuk Karakter Anak

37
Sutartiatun, S.Pd. Guru SMP 6 Pati
Sutartiatun, S.Pd. Guru SMP 6 Pati

Dahulu lagu daerah menjadi bagian dari keseharian dan pertumbuhan seorang anak, baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Hal tersebut berlaku secara nasional, dengan bahasa daerah masing-masing. Namun lagu yang dimaksud memiliki peran yang relatif sama, yaitu menyisipkan pesan ke dalam benak anak yang menyanyikannya. Pesan moralnya bisa berupa rasa hormat ke guru, cinta tanah air, belajar gotong royong, atau berbagai nilai positif lainnya. Dengan demikian, nilai yang ditanamkan lewat lagu itu akan dibawa oleh anak hingga dewasa. Melalui nyanyian atau lagu, banyak hal yang dapat kita pesankan kepada anak-anak, terutama pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama. Dengan kegiatan bernyanyi , suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan, menggairahkan, membuat anak merasa bahagia, menghilangkan perasaan sedih, anak-anak merasa terhibur, dan lebih bersemangat. Dengan bernyanyi potensi belahan otak kanan dapat dioptimalkan, sehingga pesan-pesan yang diberikan akan lebih lama mengendap dimemori anak (ingatan jangka panjang/ long term memory) Dengan demikian anak akan selalu ingat pesan-pesan yang diterimanya.

Istilah karakter sendiri, menurut Musfiroh (2008) karakter mengacu pada serangkaian sikap perilaku (behavior), motivasi (motivation), dan keterampilan (skill) yang meliputi keinginan untuk melakukan hal yang terbaik. Karakter dapat dipahami sebagai sifat-sifat kejiwaan yang dimiliki manusia meliputi keinginan untuk melakukan yang terbaik. Karakter bukan hanya soal pengetahuan dan tahu semata. Namun juga harus dipraktekan dan dibiasakan. Ketika sebuah nilai kebajikan dalam sebuah masyarakat dipraktekan dan di biasakan, maka secara tidak langsung karakter akan dengan sendirinya melekat pada orang yang mempraktekanya. Berbeda halnya jika karakter hanya di pelajari lewat buku-buku terlebih di ruangan yang dibatasi tembok. Karakter merupakan sesuatu yang luas dan relatif tidak bisa jika dihafalkan saja, tanpa dipraktekan dan dibiasakan.

Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai upaya penanaman karakter kepada masyarakat melalui pengetahuan mengenai moral, perasaan tentang moral dan pengajaran perbuatan bermoral. Anak dalam masa emasnya yang lebih dikenal dengan Golden Age, masa ketika anak berusia antara 0-6 tahun, pada usia ini otak anak berkembang sangat cepat hingga 80 persen, oleh karena itu masa ini sangat penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan dari anak. Pada usia ini juga otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk, sehingga pada masa ini seorang anak harus benar-benar di perhatikan agar tidak melakukan hal salah karena dapat berakibat pada masa pertumbuhan berikutnya. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk.

Penerapan dari pendidikan karakter dapat dilakukan dengan berbagai metode misalnya dengan menggunakan lagu. Lagu menjadi salah satu metode yang sangat baik pada anak karena sudah menjadi bagian dari keseharian dan pertumbuhan seorang anak, baik di lingkungan rumah maupun sekolah, sehingga akan berdampak besar karena mereka bisa bernyanyi, bermain dan bergembira, dengan isi lagu yang mendidik, dan itu menjadi bagian dari pembentukan karakter.

Pemerintah menekankan pendidikan karakter pada semua mata pelajaran bagi para siswa jenjang pendidikan pra sekolah dan pendidikan dasar untuk meminimalisir penyalahgunaan teknologi. Pendidikan karakter saat ini memang menjadi isu utama pendidikan, selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa, pendidikan karakter inipun diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia emas tahun 2025. Upaya pendidikan, stimulasi dini sangat diperlukan guna memberikan rangsangan terhadap perkembangan seluruh aspek anak, yang mencakup penanaman nilai– nilai dasar (agama dan budi pekerti), pembentukan sikap (disiplin dan kemandirian), dan perkembangan kemampuan dasar (bahasa, fisik motorik, kognitif, sosial emosional). Dalam hal ini penanaman nilai-nilai dasar dan juga pembentukan sikap (karakter) merupakan hal yang harus dikembangkan pada anak usia dini. Ada beberapa kegiatan yang dapat menanamkan pendidikan karakter pada anak usia dini melalui kegiatan bercerita, bersajak, bernyanyi dan lain sebagainya.

Lagu-lagu yang diterapkanpun tidak sembarangan melainkan lagu daerah tradisional yang merupakan budaya Indonesia didalamnya mengandung nilai-nilai kearifan lokal dan norma-norma yang baik, merupakan budaya asli Indonesia tentunya akan memberikan nilai nasionalisme kepada diri anak untuk selalu cinta kepada tanah airnya. Melalui lagu-lagu daerah yang sering dinyanyikan bersama dan penjelasan mengenai makna dari isi lagu tersebut mampu membawa anak untuk melakukan aktivitas sesuai makna dari lagu.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, karakter yang diperoleh dari lagu-lagu daerah tradisonal secara hidden curriculum seperti nasionalisme, kesiapan, daya saing, kesabaran, kejujuran, tanggung jawab, dan kecerdasan nantinya akan melahirkan generasi emas yang tak hanya pandai akan tetapi juga berkarakter dan siap membangun bangsa dan negara.

Sutartiatun, S.Pd.
Guru SMP 6 Pati