Beranda Jateng Solo LAPAAN RI Sebut Pilkada Sukoharjo Rawan Penyalahgunaan Wewenang dan Anggaran

LAPAAN RI Sebut Pilkada Sukoharjo Rawan Penyalahgunaan Wewenang dan Anggaran

221
BRM Kusumo Putro, Ketua LAPAAN RI.

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Sejumlah pihak menilai pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sukoharjo 2020, rawan dengan sejumlah penyelewengan. Baik itu penyalahgunaan wewenang maupun anggaran Pemerintah. Hal tersebut disebabkan karena salah satu bakal calon Bupati dan wakil Bupati merupakan istri Bupati dan Sekda Sukoharjo aktif.

“Jelas sangat rawan penyelewengan, salah satu calon adalah istri Bupati yang masih aktif. Contohnya, Sebagai ketua PKK ia memiliki fasilitas, apa dijamin selama masa kampanye ia tidak menggunakan fasilitas negara.” Kata BRM Kusumo Putro, Ketua LAPAAN RI (Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara RI), Jumat (24/7/2020).

Lalu untuk calon wakil Bupati yang diusung PDIP, Agus Santosa juga sekda aktif yang rawan dengan penggerakan ASN untuk ikut berpolitik.

Para kandidat yang memiliki hubungan dengan kekuasaan baik pusat maupun daerah berpotensi besar untuk memanfaatkan fasilitas negara guna memenangkan calon.

“Dalam hal ini KPU dan Bawaslu harus tegas, termasuk Polres Sukoharjo dan Kejaksaan, mengingat potensi pelanggaran penyelewengan wewenang sulit dibendung. Akan menjadi sulit mereka memiliki kedekatan emosional dengan kepala daerah,” tegas Kusumo.

Ditambahkan Kusumo, semua pihak harus memahami UU 10 tahun 2016 tentang pilkada, yang jelas menjabarkan aturan aturan.

“Contohnya sudah ada kasus Bupati Klaten yang menggunakan handsanitiser fasilitas negara untuk kampanye, lalu di Sukaharji pelanggaran yang dilakukan Agus Santosa sebagai Sekda, hingga di jatuhi Sanksi oleh KASN. Dengan mudahnya menabrak aturan menjadi awal kerawanan penyelewengan,” ungkap Kusumo.

Kusumo bersama LAPAAN RI menyatakan siap mengawasi dari luar proses Pilkada Sukoharjo. Ia juga mendorong lembaga pemantau independen lain untuk memantau Sukoharjo.

“Pilkada di Sukoharjo sangat seru dan seksi untuk dibahas dan diawasi. Karena dengan munculnya dua pasang calon sementara ini, yang seimbang karena sama sama kuat,” tandasnya. (dea/bis)