Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Layakkah Metode Menghafal dalam Pembelajaran ?

Layakkah Metode Menghafal dalam Pembelajaran ?

171
BERBAGI
Maria Elita, S.Pt Guru MTs Negeri I Wonosobo
Maria Elita, S.Pt Guru MTs Negeri I Wonosobo

JATENGPOS.CO.ID, – Dalam rangka mempersiapkan peserta didik yang  berwawasan  ilmu pengetahuan yang tinggi, maka banyak sudah terobosan dan penelitan berbagai metode dan model pembelajaran yang dapat digunakan..

Masing-masing metode memiliki kekurangan dan kelebihan metode-metode pembelajaran tersebut antara lain: Metode ceramah, metode demonstrasi, metode resitasi/resume,  metode pemecahan masalah dan metode  menghafal.

Saat ini telah terjadi pergeseran metode mengajar,dulu kita seringdiajar menggunakan metode menghafal yangmenurut saya luar biasa dampaknya dari menghafal UUD 1945, menghafal perkalian dan lain-lain. Ternyata  metode menghafal memberikan dampak yang luar biasa, terbukti materi apa yang dihafalkan ketika kita masih SD atau SMP masih teringat sampai sekarang.

Dalam pembelajaran IPA kita dipaksakan untuk menghafalkan nama-nama ilmiah tanaman atau hewan dan kitapun secara tidak langsung menjadi hafal dan ajaibnya hafalan tersebut masih teringat sampai sekarang. Namun sayang metode menghafal sekarang sudah jarang diterapkan.Peserta didik sekarang kalau ditanya tentang perkalian, maka anak akan menjawab dengan lama karena tidak hafal dan peserta didik menjadi malas untuk menghafal.

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki dalam pembelajaran agar daya serapnya tinggi adalah terampil “mengingat” informasi-informasi yang didapatkan, mengembangkan kemampuan semacam ini akan meningkatkan kemampuan dalam belajar, hemat waktu dan dapat membimbing peserta didik untuk memperoleh informasi yang lebih baik.Pembelajaran  yang menitik beratkan pada daya ingat (memory type of learning)  ini dapat ditemukan pada metode menghafal.

Marilah kita mencoba mengingat kembali bagaimanakah  metode menghafal itu ,sehingga masih layakkah kita kembali  menggunakan metode menghafal dalam pembelajaran.Menurut Ballard, Briged dan Clanchy, John metode  hafalan bertujuan untuk pembenaran atau menyebutkan kembali materi dan untuk memperkuat ingatan kita.

Kelebihan metode menghafal adalah, dapat menumbuhkan minat baca siswa, pengetahuan yang diperoleh peserta didik tidak akan mudah hilang karena sudah dihafalnya, peserta didik berkesempatan untuk memupuk perkembangan dan keberanian bertanggung jawab, membangkitkan percaya diri,serta menghafal adalah metode yang paling mudah dan sederhana dalam pembelajaran. Adapun kelemahan dari metode hafalan adalah timbulnya penyakit verbalisme, yaitu peserta didik tahu menyebutkan kata-kata,definisi,rumus dan sebagainya tetapi mereka tidak memahaminya, peserta didik agak kesulitan menuangkan ide dan gagasan karena tidak terbiasa serta peserta didik menjadi tidak berani berargumen menurut pemahamannya sendiri.

The Liang Gie dalam bukunya Cara belajar Yang Eisien (1988), menyebutkan bahwa metode menghafat dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :1) Menghafal dengan melalui pandangan mata saja, 2). Menghafal terutama dengan melalui pendengaran, 3) menghafal dengan melalui gerak gerik tangan.

Metode menghafal efektif diterapkan pada jenjang SD atau MI karena faktor usia yang masih kuat daya ingatnya dan kekuatan menghafalnya masih baik, sedang untuk jenjang SMP/MTS atau SMA/MA pada materi tertentu.Metode hafalan dapat diterapkan untuk tahapan pretest yaitu untuk mengingat kembali pembelajaran yang telah lalu atau sebagai postest untuk mengetahui daya serap peserta didik terhadap pengetahuan yang telah diberikan.Untuk itu, disarankan agar guru dapat mengalokasikan waktu  untuk penerapan metode hafalan dan dilakukan secara terus menerus dalam setiap pertemuan..

Dalam rangka menambah daya serap terhadap ilmu pengetahuan yang diberikan guru, maka metode menghafal untuk saat ini masih sangat dibutuhkan dan layak diterapkan dalam metode pembelajaran..

Maria Elita, S.Pt

Guru MTs Negeri I Wonosobo

BERBAGI