Beranda Semarang LEPRID Berikan Tiga Penghargaan Pada PABI

LEPRID Berikan Tiga Penghargaan Pada PABI

26
DISERAHKAN: Ketua Umum dan Pendiri Leprid Paulus Pangka menyerahkan penghargaan ke sejumlah rekoris dalam penciptaan rekor bidang dunia kedokteran di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/10).

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), memberikan penghargaan bagi Persatuan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia (PABI) atas berbagai terobosan yang dilakukan dalam pertemuan ilmiah Pengembangan Profesi Bedah Berkelanjutan (P2B2) PABI ke-XVII di Semarang, Jumat (30/10).

”Kami berikan tiga penghargaan sekaligus dalam ajang P2B2 PABI ke-XVII ini. Pertama sebagai rekor dilaksanakannya P2B2 secara virtual dengan peserta terbanyak, dari catatan kami ada sebanyak 2.041, namun ternyata meningkat menjadi 2.158 peserta,” papar Direktur Leprid, Paulus Pangka disela penyerahan penghargaan.

Sementara, penghargaan kedua atas pengangkatan anggota PABI baru terbanyak, 326 dokter Spesialis Bedah Umum yang dilakukan secara virtual pertama, dengan peserta tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

”Penghargaan ketiga berupa penyelenggaraan lomba e-poster dan presentasi prodium secara virtual pertama dan peserta terbanyak, 237 pemakalah dengan 263 paper atau karya ilmiah. Ketiganya ini tercatat sebagai rekor Leprid yang ke 617, 618 dan 619,” tandas Paulus.

Ketua Persatuan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia (PABI) Cabang Semarang, sekaligus ketua panitia P2B2 PABI ke-XVII , dr. Benedictus Kartika Widjajanto, SpB. FINACS memaparkan pertemuan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman dan keilmuan terbaru di bidang medis tersebut.

”Selain itu, dalam kesempatan ini juga kita lakukan deklarasi terkait manajemen dan penanganan kebencanaan. Hal ini diperlukan agar penanganan pasien atau korban bencana bisa dilakukan dengan cepat, dalam satu manajemen pengelolaan, harapannya penanganan pasien atau korban bencana menjadi lebih cepat, tanggap dan tertata,” paparnya.

”Kegiatan ini juga kita gelar sepenuhnya secara daring atau online sebagai komitmen kami menyikapi pandemi  covid-19 yang terjadi. Di lain sisi, kita menilai pandemi bukanlah hambatan dan halangan kami sebagai untuk meningkatkan kompetensi, demi meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat atau pasien,” pungkasnya. (prast.wd/biz/sgt)