Beranda Politik Lima Parpol Dukung Calon PDIP, Cabup Boyolali Kemungkinan Lawan Bumbung Kosong

Lima Parpol Dukung Calon PDIP, Cabup Boyolali Kemungkinan Lawan Bumbung Kosong

26
Ketua DPC PDIP Boyolali, S Paryanto didampingi Balon Bupati-Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat – Wahyu Irawan, menyampaikan keterangan pers. Foto : aji jarmaji/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Boyolali tahun 2020, kemungkinan besar hanya akan diikuti satu pasangan calon atau calon tunggal. Yaitu Mohamad Said Hidayat – Wahyu Irawan, pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan didukung sejumlah Partai Politik lainnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Boyolali, S Paryanto, mengatakan Paslon yang mendapat rekomendasi dari DPP PDIP untuk Pilkada Boyolali tahun 2020 yakni Mohamad Said Hidayat – Wahyu Irawan. Secara perhitungan jumlah kursi di DPRD Boyolali, PDI Perjuangan sudah mencukupi untuk mengusung Paslon pada Pilkada secara mandiri. Namun demikian, beberapa partai politik lain juga turut mendukung Paslon yang diusung ini.

“Secara legal formal perolehan suara kami di Parlemen (DPRD Boyolali) sudah sangat bisa untuk maju secara mandiri. Tetapi ada beberapa Parpol yang telah berkomunikasi politik dengan kami, sehingga rekan-rekan dari Partai yang lain telah menyatakan sikapnya untuk mendukup pasangan yang diusung PDIP,” ujar S Paryanto, dalam keterangan pers di kantor DPC PDIP Boyolali, Selasa (4/8).

Menurut Paryanto, sejumlah Parpol yang telah menyatakan sikap mendukung pasangan calon yang diusung PDIP, yakni Mohamad Said Hidayat – Wahyu Irawan. Yaitu Partai Golkar yang sudah sejak awal menyatakan mendukung terhadap Paslon yang diusung PDIP. Kemudian juga didukung PKB, PPP, Nasdem dan Gerindra.

“Partai pendukung tadi, kami tidak ada kompensasi apapun, karena kami selama ini dididik tidak boleh ada kompensasi, kecuali komitmen yang kami sepakati adalah demi dan untuk kemajuan Boyolali,” kata Paryanto.

Dari 45 jumlah kursi di DPRD Boyolali, PDIP berhasil meraih 35 kursi. Kemudian Partai Golkar 4 kursi, PKS 3 kursi, PKB 2 kursi dan Gerindra satu kursi.
Dengan demikian, menurut Paryanto, Pilkada 2020 di Boyolali kemungkinan besar hanya diikuti satu pasangan calon, atau melawan bumbung kosong.

“Perlu kami sampaikan terkait persiapan-persiapan Pilkada di Boyolali yang sudah dipastikan calon tunggal yang diusung PDI Perjuangan. Secara internal juga sudah kami komunikasikan ke semua lini dan kami lebih siap untuk menghadapi Pilkada dengan calon (melawan) bumbung kosong,” tandasnya.

Pihaknya akan terus mensosialisasikan pasangan calon Mohamad Said Hidayat dan Wahyu Irawan. Selain itu, juga terus mengajak masyarakat Boyolali untuk hadir di tempat pemungutan suara pada 9 Desemer 2020 mendatang, untuk memberikan hak suaranya dalam Pilkada. Karena saat ini masih menghadapi pandemi Covid-19, maka sosialisasi tetap dengan mematuhi protokol kesehatan.

Sedangkan pasangan calon Mohamad Said Hidayat – Wahyu Irawan, memohon doa restu dan dukungan warga Boyolali dalam Pilkada 9 Desember mendatang.

“Kami mohon doa restunya semoga kedepan kita dapat menjalankan apa yang diamanatkan untuk meneruskan pembangunan di Boyolali,” kata Said Hidayat.

Sementara itu Ketua KPU Boyolali, Ali Fahrudin, mengatakan belum bisa memastikan apakah Pilkada Boyolali akan diikuti calon tunggal. Pasalnya, pendaftaran Paslon baru akan dilaksanakan pada tanggal 4 sampai 6 September 2020. Pihaknya Kamis (6/8/2020) besok akan menggelar sosialisasi pencalonan ke Parpol.

Sedangkan untuk dari jalur independen atau perseorangan di Boyolali sudah tertutup. Pasalnya, satu pasangan bakal calon dari jalur perseorangan di Boyolali gagal memenuhi persyaratan. Hingga batas waktu penyerahan syarat dukungan ke KPU, pasangan tersebut tidak mampu memenuhi persyaratan. (aji/bis/rit)