JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Warga bermacam strata sosial dan ekonomi di Kelurahan Petompon Kecamatan Gajahmungkur secara guyub dan sportif mengikuti  lomba catur ‘Petompon Chees Cimpetiton X’. Ajang olah strategi diikuti 50 peserta dari Petompon, Sampangan, Kalipancur, dan Puspanjolo, di Balai Kelurahan Petompon.

Ketua panitia lomba catur Eko Budi Santoso menyampaikan, kegiatan rutin tiap tahunan ini dalam rangka menyemarakkan Hari Pahlawan dan HUT Komunitas Catur Petompon ke-10.

“Momen Hari Pahlawan ini kita jadikan ajang saling guyub dan kegiatan positif, menemukan para pecinta olahraga catur dari bermacam komunitas yang ada di Semarang. Ini juga memperingati HUT Komunitas Catur Petompon Gajahmungkur ke 10,” katanya, Minggu (12/11).

Meski ajang tingkat kelurahan, peraturan perlombaan tetap menjaga sportivitas dan aturan baku yakni dengan sistem sistem Swis 6 sampai 7 babak, dimulai dari Sabtu (11/11) pukul 19.00 WIB sampai selesai, dan dilanjut Minggu (12/11) mulai pukul 07.00 WIB sampai selesai.

“Sistem baku, sehingga unik karena semua bisa mengikuti lomba mulai dari kalangan menengah sampai atas, seperti pedangan kaki lima, tambal ban, PNS, sampai dosen,” ujarnya. Pihaknya berharap, lomba semacam ini bisa mengenalkan secara luas jika olahraga catur  juga bermanfaat dan menyatukan warga.

Hadiah juga disiapkan panitia dengan memperebutkan piala bergilir serta uang tunai Rp. 2 juta. Sementara, Kepala Kelurahan Petompon Fajar Ariyanti mengaku bangga dengan inisiatif warganya menggelar lomba yang kreatif dan positif ini.

“Giat catur ini semoga dapat memberikan manfaat dan warga semakin guyub. Saya juga melihat ternyata ada tuga peserta wanita, ini membuktikan semua warga terlibat dan bersatu,” katanya.

Nurma Sari, salah satu peserta wanita mengaku senang adanya lomba catur. Ajang ini bisa menyalurkan bakat dan seklaugus wadah bersosialisasi antar warga. “Semoga tahun depan bisa lebih meriah dan lebih banyak peserta wanitanya, harapannya akan muncul bibit atlit catur yang bisa mengharumkan kelurahan dan Kota Semarang,” kata mahasiswi Universitas Negeri Semarang ini. (aam/mg8/sgt)