Beranda Jateng Solo LPPM UNS Dampingi Desa Gentan Bulu Wujudkan Desa Wisata Dengan Potensi Utama...

LPPM UNS Dampingi Desa Gentan Bulu Wujudkan Desa Wisata Dengan Potensi Utama Geopark

70
Potensi wisata geopark desa Gentan Bulu, pendampingan dari LPPM UNS. Foto : Ade Ujianingsih/Jateng Pos
JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Tim pengabdian LPPM Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, memberikan pendampingan masyarakat desa Gentan kecamatan Bulu kabupaten Sukoharjo, untuk mewujudkan desa wisata berbasis geopark.
Tim Penelitian Pengabdian pada Masyarakat (P2M) UNS mendapat dana dari Dikti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat riset dan pengembangan masyarakat (DRPM), akan mendampingi desa Gentan selama tiga tahun.
Dijelaskan Umi Yuliati, SS,M.Hum, ketua tim pengabdian UNS, fokus pengabdian yang dengan pengelolaan potensi desa yakni geopark, tujuan pengelolaan dan pemanfaatan potensi yang ada untuk melestarikan situs geopark yang ada di desa Gentan Bulu, yang termasuk dalam kawasan situs purba gunung seribu, yang termasuk world heritage UNESCO. Merupakan deretan pegunungan purba Jogja – Wonogiri – Pacitan.
“Tidak banyak yang paham bahwa kawasan ini merupakan situs purba. Maka kami bersama masyarakat dalam hal ini pihak desa diwakili Pokdarwis (kelompok sadar wisata) mengembangkan sebagai desa geowisata,” ungkap Umi Yuliati, ditemui di kawasan Platar Ombo geowisata desa Gentan Bulu, Rabu (23/9).
Tim pengabdian LPPM UNS, terdiri dari 5 dosen dan 7 mahasiswa, tim juga melibatkan unsur pengurus Pokdarwis yang diketuai Triyatno Wibowo.
Dijelaskan Umi, Tahun pertama 2019, tim memberikan pemahaman masyarakat mengenai geowisata. Memetakan ada tiga daya tarik wisata, yakni Platar Ombo, Sendang Lele dan Embung Pacinan.
Tahun kedua ini membuat infrastruktur, fasilitas dan bangunan fisik lain, dengan dana dari Dikti. Dilanjutkan tahun ketiga pemantapan dan penguatan wisata untuk identitas desa sekaligus memberi dampak sosial ekonomi.
Masuknya tim pendampingan dari UNS ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Triyanto Wibowo, ketua Pokdarwis desa Gentan langsung mengerahkan tim pemuda untuk mendukung terwujudnya Gentan geopark village.
“Dengan program ini ada pemberdayaan lingkungan dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Keterbatasan masyarakat lokal melihat potensi desa menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi masyarakat, menjadikan mayoritas warga merantau untuk mencari sumber perekonomian. Dengan adanya pendampingan dari UNS diharapkan dengan potensi yang ada didesa dapat terkelola dengan baik dan menjadi penggerak sektor pariwisata sehingga memberi dampak positif pada perekonomian, sosial dan kemasyarakatan. Dengan adanya pendampingan dari UNS untuk memanfaatkan potensi desa agar dapat dikelola menjadi wisata yang berbasis masyarkat diharapkan dapat menjadi pendorong  peningkatan kesejahteraan dimasyarakat dan lebih peduli lingkungan dan wisata.” Kata Triyanto.
Meski masih berbenah Platar Ombo kini menjadi salah satu destinasi wisata alam. Platar Ombo berbentuk bukit kecil bebatuan yang terbentuk dari lelehan lava gunung purba. Puncaknya ada tanah lapang sekira luas lapangan bola. Dari atas bisa memandang alam yang hijau dengan pegunungan Sewu yang berderet dari Sukoharjo hingga Wonogiri.
“Platar Ombo bisa digunakan untuk kemah, acara komunitas dan lainnya. Fasilitas sudah ada jalan tracking, pedagang dan air. Tiap Sabtu Minggu ramai dikunjungi wisatawan jumlahnya mencapai ratusan,” ungkap Triyanto.
Disebutkan, progresnya sudah 80 persen. Didukung dengan promosi yang dilakukan Gentan geopark village, melalui Instagram, facebook dan media sosial lainnya.
Sedangkan untuk Sendang Lele yang sudah terkenal sebelumnya akan dipoles dengan area wisata kuliner. Dan Embung Pecinan rencana akan dijadikan wisata air.(Dea/bis)