Beranda Jateng Mahasiswa UNDIP Berikan Solusi Terkait Permasalahan Warga Desa di Tengah Pandemi COVID-19

Mahasiswa UNDIP Berikan Solusi Terkait Permasalahan Warga Desa di Tengah Pandemi COVID-19

67
pelaksanaan program KKN berupa sosialisasi handsanitizer alami dan bimbingan belajar oleh mahasiswa UNDIP

JATENGPOS.CO.ID,  SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro TIM II tahun 2019/2020 di Kecamatan Kalijambe memberikan solusi terkait permasalahan warga desa di tengah pandemi COVID-19.

Universitas Diponegoro mengusung tema berbeda pada kegiatan KKN tahun 2019/2020. Kegiatan yang mulanya dilakukan secara kelompok dengan sistem penempatan yang ditentukan oleh pihak kampus, kini berubah menjadi individu dan dilaksanakan di desa masing-masing mahasiswa. Tema yang diusung dalam kegiatan KKN Pulang Kampung ini adalah “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s)”.

Mahasiswa KKN UNDIP asal Sragen, Ulussa’diyah dan Risna Alfianingrum mengadakan program-program yang mampu memberi solusi atas permasalahan warga di tengah pandemi COVID-19. Ulussa’diyah melaksanakan programnya di Dukuh Karangpung RT 05A RW 02 berupa sosialisasi pembuatan handsanitizer dari bahan alami yang mudah didapatkan.

“Program ini diadakan dengan tujuan untuk mengurangi penyebaran COVID-19 yaitu dengan mengajarkan masyarakat cara membuat handsanitizer alami dari kombinasi daun sirih dan jeruk nipis, serta dilakukan edukasi mengenai apa itu handsanitizer dan manfaatnya. Daun sirih sendiri memiliki aktivitas antibakteri dan ditambah dengan jeruk nipis sebagai antioksidan serta dapat berfungsi sebagai antibakteri pula. Dalam setiap pembuatan 100 mL handsanitizer diperlukan 40 mL ekstrak daun sirih, 10 mL air perasan jeruk nipis dan 50 mL akuades atau air matang. Dimana kandungan ekstrak daun sirih yang lebih dari 15 % dapat digunakan sebagai antibakteri atau handsanitizer. Hal ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga yang keberatan untuk membeli handsanitizer dikarenakan semakin melambungnya harga dari waktu ke waktu,” tutur Ulussa’diyah yang kini tengah menempuh pendidikan di jurusan Kimia Universitas Diponegoro.

Sedangkan Risna Alfianingrum melaksanakan programnya di Dukuh Rewungan RT 11 RW 02 berupa bimbingan belajar bagi anak-anak terdampak COVID-19 yang kini harus menjalani kegiatan belajar di rumah. Kualitas pendidikan anak yang dinilai semakin merosot menjadi fokus utama Risna dalam melaksanakan program ini.

“Berdasarkan wawancara singkat dengan orangtua siswa, anak-anak menjalani kegiatan belajar di rumah tanpa didampingi oleh guru. Orangtua dan anak-anak mengandalkan program belajar di saluran televisi TVRI  untuk mendampingi anak belajar di rumah. Sejumlah 8-12 orangtua dan anak di Dukuh Rewungan mengalami situasi yang serupa selama 3 bulan lamanya. Maka dari itu, suatu program terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan anak perlu dicanangkan, ” jelas Risna yang kini tengah menempuh pendidikan di jurusan Sastra Inggris Universitas Dipengoro.

Berdasarkan berjalannya program ini, diharapkan kesulitan siswa dalam belajar dapat teratasi dengan cara yang menyenangkan. Kejenuhan yang dialami oleh siswa tidak hanya bersumber dari kegiatan belajar jarak jauh yang membatasi siswa untuk bertemu dengan teman-temannya, namun juga sistem penugasan yang dilakukan tanpa adanya bimbingan dari guru. Seiring dengan berjalannya program bimbingan ini, siswa mendapatkan banyak bekal terkait materi yang telah diberikan dan kualitas pendidikan anak di Dukuh Rewungan perlahan-lahan mulai membaik.

Kegiatan KKN Pulang Kampung ini mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat dan pemerintah desa terkait. Kehadiran mahasiswa beserta program kerja yang mampu memberikan solusi atas permasalahan warga sangat dibutuhkan guna mendukung produktivitas warga di tengah pandemi COVID-19.