Beranda Sekolah Hebat Opini Guru “Makar” Cara Asyik Belajar Tematik

“Makar” Cara Asyik Belajar Tematik

289
SITI HARTATI, S.Pd SD Guru SDN Ngampel Kecamatan Pituruh
SITI HARTATI, S.Pd SD Guru SDN Ngampel Kecamatan Pituruh

Pada kurikulum dua ribu tiga belas, pendekatan pembelajaran pada sekolah dasar adalah pembelajaran tematik terpadu. Pembelajaran tematik terpadu  menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa muatan pelajaran sekaligus dalam satu kali tatap muka, untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 103 Tahun 2014 pasal 2 ayat 1b disebutkan bahwa pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan berbasis aktifitas dengan karakteristik menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Agar pembelajaran memberikan pengalaman yang bermakna, menyenangkan, dan peserta didik berpartisipasi aktif, guru harus merancang pembelajaran dengan menarik dan menggunakan media yang tepat sesuai karakteristik siswa.

Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran tematik terpadu adalah “Makar” atau main kartu. Kartu yang digunakan adalah kartu bergambar. Kartu ada dua macam yaitu kartu bergambar dan kartu sikap. Di balik kartu gambar  terdapat kalimat yang dapat digunakan untuk memancing keterampilan menemukan sikap yang sesuai dengan gambar. Pada kartu sikap terdapat sikap-sikap yang dapat dikembangkan untuk menanamkan sikap sosial dan ketrampilan siswa misalnya adil, berani, dermawan, disiplin, jujur, patuh, percaya diri, pemaaf, penyayang, rendah hati, dan syukur.

Pembelajaran dengan makar tepat diterapkan pada siswa kelas rendah, misalnya kelas 1 dan 2. Karakter siswa kelas rendah adalah suka bermain dan bergembira, sehingga implikasinya terhadap  pembelajaran guru, harus menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan penuh ceria

Sebelum melakukan pembelajaran guru harus memperhatikan keterkaitan antar mata pelajaran misalnya PPKn dan Bahasa Indonesia. Guru harus memilah kartu-kartu yang sesuai dengan pelajaran yang akan disampaikan, misalnya tentang penerapan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan membuat pertanyaan. Guru dapat bermain kartu menggunakan kartu sikap adil, dermawan, disiplin, pemaaf, penyayang, dan syukur.

Cara pembelajaran makar ada dua, pertama guru mengacak kartu , kemudian guru mengambil satu kartu. Siswa diminta untuk mengamati gambar, Guru membacakan kalimat petunjuk sikap. Salah satu siswa diminta untuk mengambil kartu sikap yang sesuai. Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk memberikan tanggapan. Misalnya guru menunjukkan kartu gambar kegiatan anak di rumah  membantu orang tua. Kemudian guru membacakan kalimat yang ada di belakang kartu misalnya: Ibu memberikan tugas rumah kepada Irfan dan Hanan, sesuai kemampuannya masing-masing. Setelah itu guru meminta salah satu siswa maju ke depan mencari kartu sikap yang sesuai, misalnya anak mengambil kartu adil, tanyakan kepada siswa lain untuk memberikan tanggapan. Setelah siswa memberi tanggapan guru dapat memberikan penguatan. Lakukan kegiatan tersebut secara berulang-ulang.

Cara bermain makar yang kedua yaitu guru mengacak kartu, setelah itu membagi kepada siswa. Siswa diminta membuat kalimat. Misalnya anak mendapat kartu sikap disiplin. Siswa membuat kalimat misalnya “Anak yang disiplin tidak pernah terlambat mengikuti upacara”. Siswa lain diminta memberikan tanggapan setelah itu guru memberikan penguatan. Guru juga dapat mengembangkan pertanyaan misalnya disiplin dalam mengikuti upacara contoh pengamalan Pancasila ke … .

Pembelajaran dengan bermain kartu membuat siswa menjadi senang karena pembelajaran menggunakan media yang menarik. Sehingga pembelajaran tematik menjadi asyik dan  diharapkan prestasi belajar apik.

SITI HARTATI, S.Pd SD

Guru SDN Ngampel Kecamatan Pituruh