Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Make A Match Tingkatkan Prestasi Belajar Matematika

Make A Match Tingkatkan Prestasi Belajar Matematika

31
Agus Sujanti, S,Pd Guru SMP Negeri 6 Purwodadi Kabupaten Grobogan.
Agus Sujanti, S,Pd Guru SMP Negeri 6 Purwodadi Kabupaten Grobogan.

 Siswa sebagai generasi muda mengemban tugas untuk membangun bangsa agar tidak tertinggal dengan bangsa-bangsa yang lain. Pemerintah juga ikut mendukung pembangunan bangsa melalui bidang pendidikan. Pada dasarnya pendidikan adalah sarana untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), menciptakan SDM yang berkualitas, dari yang semula tidak tahu menjadi tahu.

Seiring dengan perkembangan zaman, dunia pendidikan juga mendapat banyak tuntutan untuk mengembangkan wawasan keunggulan yaitu wawasan yang mampu menumbuhkan etos kerja, kemandirian, kemauan untuk mencapai prestasi setinggi-tingginya, sikap kritis, keimanan dan ketaqwaan, keahlian dan profesionalisme, karya cipta dan kewirausahaan, serta kekeluargaan dan kebersamaan. Pencapaian tujuan pendidikan bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan karena bidang pendidikan melibatkan banyak pihak.

Pengalaman yang diperoleh siswa akan semakin berkesan apabila proses pembelajaran yang diperolehnya merupakan hasil dari pemahaman dan penemuannya sendiri. Proses belajar adalah apa saja yang dihayati siswa apabila mereka belajar, bukan apa yang harus dilakukan pendidikan untuk mengajarkan materi pelajaran melainkan apa yang akan dilakukan siswa untuk mempelajarinya (Sutikno, 2007:50).

Salah satu mata pelajaran yang perlu mendapat perhatian lebih adalah matematika. Matematika merupakan disiplin ilmu yang mempunyai sifat khas jika dibandingkan dengan disiplin ilmu lain, karena pengetahuan matematika tidak dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke pikiran siswa dalam menerima pelajaran. Mata pelajaran khususnya matematika terdiri atas bagian-bagian matematika yang dipilih guna menumbuhkembangkan kemampuan-kemampuan dan membentuk pribadi siswa serta berpadu dengan perkembangan iptek (Depdikbud, 1995: 79).

Menurut Rusman (2011: 223-233) Model Make A Match (membuat pasangan) merupakan salah satu jenis dari metode dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu cara keunggulan teknik ini adalah peserta didik mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topic tentang materi yang dipelajari dalam suasana yang menyenangkan.

Pembelajaran matematika dengan strategi Make A Match yang diawali dengan penuangan ide-ide dari peserta didik secara individu mengenai kemungkinan jawaban dan  langkah-langkah penyelesaian atas permasalahan yang diberikan,  kemudian ditulis dalam bentuk catatan kecil, diskusi dalam kelompok yang berjumlah 4-5 anak dengan memunculkan pembicaraan dengan berbagai kemungkinan jawaban, menuliskan kembali hasil diskusi dan diakhiri dengan presentasi dapat meningkatkan pemahaman cara menentukan keliling bangun yang diarsir.

Guru memberikan apersepsi dengan menberikan pertanyaan materi menyangkut keliling bangun datar. Pada waktu diskusi, siswa terlihat aktif bekerja sama dalam menentukan keliling bangun yang diarsir. Pada waktu guru memberikan tanda waktu telah selesai mengerjakan soal pada LK, siswa antusias mencari pasangannya. Siswa terlihat sibuk mencocokkan hasil pekerjaan dengan jawaban yang dibawa oleh kelompok pembawa kartu jawaban

Setelah dilaksanakan pembelajaran dengan strategi Make A Match, terjadi peningkatan kemampuan peserta didik dalam pemahaman konsep matematika pada peserta didik kelas VIII F SMP Negeri 6 Purwodadi. Tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran dengan model pembelajaran Make A Match meningkatkan hasil prestasi dari kondisi awal yang mendapat nilai minimal sama dengan KKM

Oleh :

Agus Sujanti, S,Pd

Guru SMP Negeri 6 Purwodadi Kabupaten Grobogan.