Beranda Hukum & Kriminal Maling Cerdas di Brebes Marak Bobol Lab Komputer

Maling Cerdas di Brebes Marak Bobol Lab Komputer

BERBAGI
Kondisi ruang laboratorium komputer SMK Maarif Paguyangan setelah belasan unit komputer dan dua LCD Proyektor digondol pencuri. FOTO:TEGUH SUPRIYANTO/JPNN

JATENGPOS.CO.ID. BREBES- Ruang laboratorium komputer milik SMK Maarif Paguyangan dibobol kawanan pencuri, Senin (12/2) dini hari. Dalam aksinya pelaku pencurian mempreteli komponen CPU komputer sebanyak 18 unit, selain itu juga menggasak 18 unit monitor dan 2 unit LCD proyektor.

Kepala SMK Maarif Paguyangan Mardiyanto mengatakan, sejak beberapa waktu terakhir ini kasus pencurian perangkat komputer kian marak. Bukan saja menimpa sekolahnya. Dari data yang ada di Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), kejadian serupa juga menimpa SMK Bhara Trikora dan SMK Muhammadiyah Paguyangan serta SMA Negeri 01 Bumiayu, Kabupaten Brebes.

“Kejadiannya dalam waktu yang tidak berselang lama, dan sasarannya adalah perangkat komputer sekolah. Semoga kejadian yang menimpa kami ini adalah terakhir kali, dan pelakunya segera terciduk,” tandas Mardiyanto.

Dia menjelaskan, kasus pencurian di sekolah tersebut baru diketahui sekitar pukul 07.30 WIB, saat para siswa memulai kegiatan UTS hari ketiga. “Saya berkeliling kelas untuk memastikan pelaksanaan UTS, namun saat di bagian belakang sekolah mendapati banyak cassing CPU komputer tergeletak di tanah,” ungkapnya.

Setelah berkordinasi dengan beberapa tenaga pengajar, baru diketahui jika pintu salah satu ruang laboratorium komputer dalam rusak diduga akibat dibuka paksa. Selain itu sejumlah unit perangkat komputer juga tidak lagi berada di tempatnya. “Setelah dipastikan, selanjutnya kami laporkan kejadian tersebut ke petugas di Polsek Paguyangan dan juga pengurus sekolah,” terang Mardiyanto.

Dikatakan, selain kerugian materil atas hilangnya perangkat laboratorium komputer, pihak sekolah juga harus menanggung beban lainnya. Terlebih tidak lama lagi sekolah juga akan menggelar kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “Untuk kerugian kita laporkan lebih dari Rp 69 juta, namun yang juga disesalkan adalah saat ini kita juga tengah mempersiapkan UNBK menggunakan perangkat tersebut,” katanya.

Petugas yang datang ke sekolah langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, selain itu juga dilakukan pemeriksaan melalui kamera CCTV yang terpasang di beberapa sudut sekolah.

“Sedang dilakukan pemeriksaan rekaman CCTV, kita berharap secepatnya bisa terungkap,” imbuh dia.

Kasus tersebut saat ini tengah dalam penanganan petugas Polsek Paguyangan. (pri/ism/jpnn/muz)

BERBAGI