Beranda Politik Marak Pelintas Batas Ilegal,  Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413/BREMORO Giatkan Patroli...

Marak Pelintas Batas Ilegal,  Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413/BREMORO Giatkan Patroli Gabungan Perbatasan 

7
YONIF MR 413/BREMORO saat menggelar patroli. ist
JATENGPOS.CO.ID, JAYAPURA – Sepekan setelah memulai tugas sebagai penjaga perbatasan, prajurit Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad terus bergerak bersosialisasi dan berpatroli di wilayah perbatasan dengan negara Papua New Guinea.
Dimulai Sabtu (25/7/2020), setelah sekian lama tidak dilaksanakan patroli wilayah perbatasan di daerah Skouw, Dansatgas Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad, Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han. menginisiasi kegiatan patroli wilayah perbatasan dengan melibatkan seluruh Instansi yang berada di bawah naungan administrator Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw.
“Kami banyak menerima laporan maraknya pelintas batas ilegal yang berasal dari Negara Papua New Guinea masuk ke wilayah Indonesia tanpa adanya dokumen surat dan izin resmi. Mengingat gerbang PLBN Skouw tersebut sudah ditutup sejak adanya Pandemi Covid-19 Februari lalu. Lalu kami giatkan kembali patroli wilayah perbatasan,” kata Dansatgas Mayor Inf. Anggun Wuriyanto.
Dengan menggandeng Kepala PLBN Skouw Bapak Yan Numberi, Dansatgas memimpin langsung pelaksanaan patroli gabungan yang melibatkan seluruh instansi seperti BNPP, Imigrasi, Bea Cukai, Balai Karantina, Kemenkes, Pospol Skouw, Koramil Tami, dan juga termasuk dari Satgas Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad.
“Sasarannya jalan-jalan pelolosan atau biasa kita sebut jalan tikus, karena banyak kendaraan berlalu lalang melintas di jalan tersebut. Terbukti selama pelaksanaan patroli ditemukan beberapa masyarakat warga PNG di lokasi jalan tersebut. Belum lagi kita dapati adanya akses jalan yang diduga sebagai alternatif mereka menuju Indonesia.” ungkap Dansatgas.
Kepala PLBN juga mengusulkan akan tutup semua dan bahkan bila perlu di bangun tembok permanen, sehingga tidak ada lagi celah bagi pelintas batas ilegal untuk masuk ke wilayah Indonesia.
“Jika hal tersebut dibiarkan, dimana harga diri bangsa ini yang seenaknya dilintasi secara ilegal. Temuan di lapangan ini kan saya tindaklanjuti diteruskan kepada pimpinan pusat,” kata Yan.
Di akhir pelaksanaannya, Dansatgas Yonif MR 413/Bremoro Mayor Inf Anggun Wuriyanto turut menyampaikan akan mendukung sepenuhnya upaya dalam menjaga stabilitas keamanan serta menegakkan aturan pelintasan di batas negara yang sudah menjadi ketentuan sebelumnya.
“Kami siap menegakkan aturan demi kedaulatan negara yang kita cintai, dan kami siap bersinergi bersama instansi pemerintahan yang ada di PLBN untuk sama-sama menciptakan kenyamanan di wilayah perbatasan ini.” ungkap orang nomor satu di Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad ini. (Dea/bis)