Beranda Jateng Masih Tujuh Korban Longsor Brebes Belum Ditemukan

Masih Tujuh Korban Longsor Brebes Belum Ditemukan

BERBAGI
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bersama Menteri Sosial Idrus Marham didampingi Bupati Brebes beserta jajaran Fokompinda meninjau lokasi bencana longsor di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem. FOTO:TEGUH SUPRIYANTO/JPNN

JATENGPOS.CO.ID. BREBES– Hingga hari keenam bencana longsor di Bukit Lio, korban meninggal berjumlah 11 orang dan 12 orang mengalami luka-luka. Namun, meski tim gabungan terus mencari, masih ada tujuh orang hilang yang belum ditemukan.

Dari kejadian tersebut, kemarin (27/2), Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Menteri Sosial Idrus Marham, meninjau langsung lokasi longsor Bukti Lio Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem.

Didampingi pejabat Kemesos dan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, kunjungan tersebut sekaligus meninjau langsung para pengungsi yang terdampak bencana alam longsor dan banjir bandang pekan lalu. Dimana terdapat 642 orang pengungsi di Desa Capar, 196 orang mengungsi di Desa Pasir Panjang, dan 36 rumah rusak berat.

Di sela-sela kegiatannya tersebut, Bamsoet menyampaikan turut prihatin atas bencana yang menimpa warga di Desa Capar dan Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem tersebut. ”Saya sungguh sangat berduka atas bencana ini. Kehadiran saya di sini untuk memberi empati dan semangat. Terlebih dari data yang ada, terdapat korban jiwa dan ratusan jiwa terpaksa mengungsi sementara,” ungkapnya.

”Saya meminta masyarakat untuk tidak lebih dahulu mendekati lokasi longsor. Sebab, jika hujan material longsor sangat yang masih labil akan sangat mudah runtuh,” imbuhnya mengingatkan.

Bamsoet berharap, selama masa tanggap darurat sebagaimana yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Brebes sejak 22 Februari – 7 Maret 2017 ini, berbagai unsur pemerintah seperti BNPB, Kementerian Sosial, dan pihak lainnya bisa bersatu padu mengatasi musibah ini.

”Para korban tidak menghadapi ini sendirian. Ada saya dan seluruh saudara-saudara lain yang ikut memberikan semangat dan uluran tangan. Saya yakin, Pak Mensos bisa menjadi leader dan mengoordinir pendistribusian bantuan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Usai melihat langsung titik lokasi bencana longsor di Desa Pasirpanjang, Bamsoet dan Idrus Marham menemui para pengungsi banjir bandang di Desa Capar. Dalam kesempatan itu, disalurkan bantuan sosial sebesar Rp 1,163 miliar untuk para korban. Bantuan meliputi santunan bagi 13 ahli waris korban (dua banjir Losari), masing-masing senilai Rp 195 juta, santunan korban luka senilai Rp 24 juta bagi 12 orang. Bantuan logistik senilai lebih dari Rp 394 juta, bantuan sembako Rp 6.250.000, serta bantuan mobil dapur umum lapangan senilai Rp 523 juta.

Idrus menyampaikan, penanganan bencana di Kabupaten Brebes dan di wilayah lainnya harus dilakukan secara menyeluruh dengan bekerja sama lintas instansi. Adapun dalam pelaksanaanya dilakukan secara terpadu, mulai Kementerian Sosial, TNI-Polri, BPBD, Basarnas, dan lainnya.

”Harus dilakukan menyeluruh. Jadi tidak bisa ditangani sedikit-sedikit. Paling penting adalah berkesinambungan. Jangan sampai kalau sudah selesai masa tanggap darurat juga selesai penanganannya,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Kemensos dan Ketua DPR RI. Perhatian tersebut menjadi motivasi Pemerintah Brebes di dalam upaya pemulihan kondisi pascabencana. (pri/fat/jpnn/muz)

BERBAGI