Beranda Sekolah Hebat Opini Guru “Matahatiku”, Kunci Sukses Ujian Esai

“Matahatiku”, Kunci Sukses Ujian Esai

40
BERBAGI
Siti Imroah, S.Pd.SD Guru SD Negeri Sokowaten, Banyuurip, Purworejo
Siti Imroah, S.Pd.SD Guru SD Negeri Sokowaten, Banyuurip, Purworejo

JATENGPOS.CO.ID, – Pada USBN SD tahun pelajaran 2017/2018 terdapat dua bentuk soal, yaitu soal pilihan ganda dan soal esai. Dari hasil nilai latihan ujian yang masih rendah dan hasil komunikasi dengan siswa kelas VI, dapat penulis ketahui bahwa soal bentuk esai termasuk soal yang cukup sulit dan kurang disukai siswa. Hal ini karena dalam soal esai belum tersedia jawaban, sehingga siswa harus menuliskan sendiri jawabannya. Sementara  kemampuan siswa dalam menulis jawaban masih kurang.

Penulis sebagai guru kelas VI berusaha untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis jawaban agar siswa dapat mengerjakan soal esai dengan baik dan benar. Salah satu cara dan langkah-langkahnya adalah dengan “matahatiku”.  ”Matahatiku”  merupakan akronim dari materi, tulisan, ajakan, hargai, motivasi, kerjasama, usaha dan doa. Dalam meningkatkan kemampuan siswa mengerjakan soal esai, harus memperhatikan beberapa hal, yaitu : 1) siswa harus menguasai materi, 2) tulisan siswa harus benar, rapi, dan jelas, 3) ajakan guru pada siswa dalam berlatih soal, 4) hargai jawaban siswa, 5) motivasi siswa dalam belajar dan berlatih soal, 6) kerjasama dengan rekan guru dan orang tua siswa, 7) usaha dan doa.

Materi pelajaran merupakan unsur penting dalam persiapan ujian. Guru harus  membimbing siswa dalam menguasai materi ujian. Dengan menguasai materi ujian siswa akan lebih mudah dalam mengerjakan soal ujian esai.

Tulisan merupakan bentuk jawaban siswa dalam mengerjakan soal ujian esai. Oleh karena itu siswa harus dilatih menulis dengan benar, rapi, dan jelas. Tulisan yang benar, rapi, dan jelas akan meningkatkan nilai ujian siswa.

Ajakan guru pada siswa sangat dibutuhkan siswa dalam belajar. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, ajakan adalah anjuran; permintaan untuk berbuat sesuatu ; W.J.S. Poerwadarminta (1984 : 21). Dengan ajakan siswa akan merasa senang dibandingkan diperintah, karena guru yang mengajak siswa berarti guru ikut serta dalam kegiatan belajar dan berlatih soal. Guru berperan dalam membimbing siswa.

Hargai siswa dan jawaban siswa. Menurut Abraham Maslow (dalam Hera Lestari Mikarsa, 2007 : 5.24), disebutkan bahwa salah satu kebutuhan individu adalah kebutuhan untuk dihargai. Dalam berlatih soal-soal guru harus menghargai jawaban siswa, meskipun kadang jawaban siswa belum sesuai yang diharapkan. Guru yang menghargai setiap jawaban siswa  akan membuat siswa tetap semangat dan tidak putus asa.

Motivasi atau penguat sangat membantu meningkatkan semangat belajar siswa. Menurut Hull (dalam Hera Lestari Mikarsa, 2007: 5.27) menyebutkan bahwa besarnya penguat dapat membantu proses belajar menjadi lebih baik. Oleh karena itu guru harus selalu memberi penguat, motivasi agar siswa dalam belajar dan berlatih soal menjadi lebih baik.

Kerjasama dengan rekan guru dan orang tua siswa dalam menghadapi ujian sangat dibutuhkan. Melatih siswa mengerjakan soal-soal esai harus dilakukan di semua tingkat kelas. Oleh karena itu guru harus selalu kerjasama dengan rekan guru yang lain. Guru juga harus selalu kerjasama dengan orang tua dalam membimbing belajar siswa.

Langkah yang tidak boleh dilupakan adalah usaha dan doa. Usaha maksimal tanpa doa merupakan kesombongan, dan doa tanpa usaha akan sia-sia. Maka dalam mempersiapkan siswa mengerjakan soal bentuk esai harus dengan usaha dan doa yang terus menerus.

 “Matahatiku” merupakan kunci sukses ujian esai. Dengan “matahatiku” dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal ujian bentuk esai, sehingga hasil ujian menjadi lebih baik. Hasil yang baik menunjukkan kesuksesan siswa dalam ujian dan kualitas lulusan yang baik.

Siti Imroah, S.Pd.SD

Guru SD Negeri Sokowaten, Banyuurip, Purworejo

BERBAGI