Beranda Travelling Hotel Mbak Ita Buka Jam Operasional Grand Edge Hotel

Mbak Ita Buka Jam Operasional Grand Edge Hotel

20
TINJAUAN: Hevearita G Rahayu (tengah) saat melihat langsung salah satu venue Hotel Grand Edge Semarang dalam kesiapan membuka jam operasional sesuai protokol kesehatan covid-19. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Guna menumbuhkan geliat roda bisnis hospitality dalam masa pandemi covid-19, Kekancan Mukti wadah perusahaan bisnis tempat inap segmen industri pariwisata, kembali membuka jam operasi hotel besutanya, khususnya yang ada di Semarang dan DIY.

Dalam acara pembukaan bisnis tempat inap, di Hotel Grand Edge Semarang tetap mengacu pada konsep pelayanan standarisasi protokol kesehatan covid-19 tersebut, juga dihadiri Hevearita G Rahayu Wakil Walikota Semarang, Iin Indriyasari Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang dan Heru Isnawan Ketua Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Jawa Tengah dan Andre Rahardja Komisaris Kekancan Mukti Group.

Andina Aggun General Manager Grand Edge Hotel Semarang, mengatakan, tidak saja hotel di Kota Semarang, di Hotel Daerah Istimewa Jogjakarta dibawah manajemen Kekancan Mukti, juga memberikan kelonggaran jam operasional sesuai dengan kebijakan dan peraturan protokol kesehatan dari pemerintah.

“Dalam kelonggaran yang kami berikan untuk semua hotel di bawah menajemen kami yakni, Grand Edge Hotel, Radja Hotel, Griya Ayem, 21 Residentie dan Rumah Mertua Heritage DIY. Dalam kesempatan baik ini, kami tetap menerapkan standarisasi protokol kesehatan guna memberikan kenyamanan pengunjung dan sekaligus menjalankan kebijakan pemerintah,” ujarnya, di Grand Edge Hotel Jalan Sultan Agung, Semarang, Selasa (9/6)

Dijelaskan, Sebagai bagian dari standarisasi New Normal, selain mengemlementasikan tata cara physical distancing dan hygienitas venue juga diterapkan penggunaan alat kesehatan teknologi baru.

“Seperti yang terlihat di Hotel Grand Edge Semarang, kami terapkan tata cara pelayanan maksimal kepada pengunjung dengan berbagai tahapan protokol kesehatan, diantaranya, pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan, pembagian masker gratis untuk pengunjung yang didapati tidak memakai masker,” terangnya.

Lebih lanjut, Andina Anggun menambahkan, penerapan standart New Normal di Grand Edge Hotel Semarang sudah disesuaikan dengan guideline dari stakeholder yaitu Pemerintah Kota Semarang, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan serta mengacu pada asosiasi PHRI. Dan semua kebutuhan pelayanan pelanggan juga diatur dengan pola jaga jarak fisik.

Hevearita G Rahayu, Wakil Walikota Semarang, memberi apresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kekancan Mukti, untuk tetap konsistem memberikan yang terbaik dengan menerapkan kebijakan dan peraturan pemerintah.

“Tentunya kami mendukung apa yang tengah dilakukan stakeholder khususnya tempat penginapan yang menjadi bagian dari industri pariwisata. Dengan berbagai tahapan protokol kesehatan covid-19, kami berharap baik karyawan dan pengunjung bisa menjalankan kebijakan dan peraturan tersebut dengan baik dan konsisten guna mencegah pandemi corona ini,” tutur. Mbak Ita, sapaan akrabnya. (ucl/muz)