Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Media Buah Jeruk untuk Menghitung Luas Bola

Media Buah Jeruk untuk Menghitung Luas Bola

42
BERBAGI
Ning Endah Sri Rejeki, S.Pd. Guru SMP Negeri 2 Toroh
Ning Endah Sri Rejeki, S.Pd. Guru SMP Negeri 2 Toroh

Matematika selama ini dianggap momok bagi sebagian siswa, karena banyak hal-hal yang bersifat abstrak dan rumus yang harus dihafal. Siswa merasa enggan untuk belajar matematika. Menurut Bruner, untuk mempelajari matematika itu ada 3 tahap yaitu enaktive, ikonik dan simbolik. Menurut Herman Hudoyo (1998) belajar matematika merupakan proses membangun/mengkonstruksi konsep-konsep dan prinsip-prinsip tidak hanya pengerjakan yang bersifat pasif dan statis namun belajar itu harus aktif dan kreatif.

Perkembangan ilmu dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dan pemanfaatan hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut untuk mampu menggunakan alat-alat pembelajaran di sekolah. Kalau alat pembelajaran di sekolah tidak tersedia, guru hendaknya berusaha membuat alat pembelajaran semurah mungkin tetapi tetap dapat menanamkan konsep pada para siswa. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran.

Guru merupakan agen pembelajaran, maka guru harus mampu membuat siswa menjadi tertarik mengikuti pembelajaran, terutama matematika. Untuk melatih kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika terutama kelas IX ABC dan I di SMP Negeri 2 Toroh, maka digunakanlah benda-benda di sekitarnya sebagai salah satu media. Pilihan media untuk menentukan dan menemukan rumus luas permukaan bola pada materi ini adalah dengan menggunakan kulit sebuah jeruk.

Dengan menggunakan alat peraga pembelajaran, dapat membantu siswa dalam mengkonstruksikan suatu ide-ide yang bersifat abstrak menjadi ide-ide yang bersifat kongkret sehingga siswa akan mudah memahami ide tersebut dan akan mudah diingat siswa dalam jangka waktu yang lama.
Pada kegiatan pembelajaran ini, guru mengawali dengan merefleksi pembelajaran dan mengaitkan pembelajaran yang lalu, yaitu luas lingkaran. Guru memberi pertanyaan kepada siswa, apa yang dipegang guru. Siswa menjawab bahwa guru membawa sebuah jeruk. Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan bagaimana cara menghitung luas permukaan bola. Selanjutnya siswa diajak untuk mencari luas permukaan bola dengan media kulit sebuah jeruk.

Untuk membuat siswa tertarik, guru menggunakan media sebuah jeruk yang identik dengan sebuah bola. Setelah siswa antusias dengan pembelajaran, siswa diminta membentuk kelompok secara acak. Setiap kelompok memperoleh lembar kerja siswa.

Untuk mengetahui diameter lingkaran yang akan digambar pada kertas, setiap kelompok memotong jeruk menjadi dua bagian yang sama besar. Diameter jeruk diukur dengan penggaris. Siswa melukis 4 lingkaran dengan ukuran diameter sama dengan diameter jeruk. Kemudian jeruk dikupas, kulitnya dipotong kecil-kecil dan ditempelkan pada lingkaran sehingga menutup setiap lingkaran.

Kegiatan selanjutnya, tiap kelompok maju untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Tak lupa mereka juga meneriakkan yel-yel untuk menambah semangat. Dari presentasi siswa, diketahui bahwa luas permukaan sebuah jeruk sama dengan 4 kali luas lingkaran, karena kulit jeruk dapat menutup empat lingkaran yang dibuat. Luas lingkaran adalah πr2, karena ada 4 lingkaran yang dapat ditutup dengan kulit jeruk, maka luas permukaan bola (di sini jeruk sebagai bola yang di gunakan dalam praktik) adalah 4 kali luas lingkaran sama dengan 4 kali πr2 atau 4πr2, dimana r adalah jari-jari bola.

Usai memandu kegiatan presentasi siswa, guru memberikan penguatan terhadap materi pembelajaran. Selain itu guru juga membangkitkan motivasi agar siswa aktif mengikuti setiap kegiatan diskusi.

Dengan menggunakan media pembelajaran untuk praktik, siswa dengan mudah menemukan luas permukaan bola, karena siswa melakukan aktivitas sambil berpikir. Dengan cara ini juga siswa menggunakan rumus menghitung luas permukaan bola hasil konstruksi sendiri dan prosedur ini bermakna bagi mereka. Pembelajaran matematika bermakna seperti ini membuat siswa tidak cepat lupa dengan apa yang mereka pelajari.

Ning Endah Sri Rejeki, S.Pd.
Guru SMP Negeri 2 Toroh

BERBAGI