Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Media “Plesbol” Tingkatkan Kemampuan Berihitung

Media “Plesbol” Tingkatkan Kemampuan Berihitung

107
BERBAGI
Widiastuti, S.Pd.SD Guru SD Negeri 1 Karangsari Kecamatan Punggelan Banjarnegara
Widiastuti, S.Pd.SD Guru SD Negeri 1 Karangsari Kecamatan Punggelan Banjarnegara

JATENGPOS.CO.ID, Karakteristik anak usia SD pada tahap perkembangan mentalnya adalah senang bermain. Begitu pula dengan tahap perkembangan kognitifnya masih memerlukan benda kongkret untuk dapat membangun konsep tentang suatu pengetahuan. Terdapat hubungan yang erat antara perkembangan mental dan kognitif anak dalam belajar. Oleh karena itu, guru perlu memahami hal tersebut agar dapat merancang pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa.

            Kegiatan yang tidak mengaktifkan siswa untuk bergerak untuk siswa kelas awal menjadi timbul penolakan dari siswa, meskipun siswa kelihatan diam tetapi mereka tidak bisa mengikuti proses pembelajaran secara utuh karena adanya ketidaksesuaian harapan mereka terhadap proses belajar yang seharusnya dilakukan. Mengetahui apa yang diinginkan oleh siswa menjadi suatu yang urgen untuk dilakukan agar dalam proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar dan siswa dapat belajar sesuai yang diinginkan yaitu salah satunya dengan menciptakan suatu kondisi yang membuat mereka bergerak dari kursi mereka, aktif melakukan kegiatan-kegiatan yang menantang dan mengaktifkan aktifitas fisik sehingga mereka melakukannya dengan senang dan tujuan pembelajaranpun dapat tercapai sesuai yang direncanakan.

            Salah satu pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar terutama yang masih berada di kelas awal yaitu kelas 1, 2 dan 3 adalah melalui pembelajaran berkelompok dan metode permainan. Guru lebih berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran, tidak lagi guru menjelaskan konsep kepada siswa. Namun siswa menjadi pusat pembelajaran “student oriented”sehingga siswa mengalami berbagai pengalaman dalam pembelajaran secara nyata. Dengan pengalaman nyata, ilmu yang diperoleh siswa akan terekam dalam ingatan siswa dalam jangka waktu yang lama. Dengan keterampilan guru untuk memfasilitasi belajar siswa dengan berbagai metode pembelajaran, salah satunya metode permainan maka hasil belajar siswa akan lebih meningkat.

Salah satu metode permainan untuk mengajarkan materi bilangan bulat di kelas 1 sekolah dasar adalah dengan media “plesbol” atau toples bola. Media toples bola terdiri dari dari toples dan bola. Guru menyediakan lima toples dalam setiap kelompok yang berisi bola. Siswa kemudian menghitung bola yang terdapat dalam setiap toples dan mengambil kartu bilangan yang sesuai dengan jumlah bola dalam setiap toples. Setelah bola dalam masing-masing toples dihitung, dan siswa mengambil kartu bilangan yang sesuai jumlah bola, guru mendampingi siswa untuk mengurutkan bilangan dari yang terkecil atau dari yang terbesar. Kemudian kartu bilangan tersebut ditempelkan di dalam kertas panjangan untuk masing-masing kelompok. Kegiatan ini diulang untuk bilangan cacah yang lain yang berbeda. Untuk lebih memberi pemahaman kepada siswa, guru dapat menyediakan empat variasi bilangan cacah dari 1 sampai 20 dalam empat kelompok. Dengan berbagai variasi bilangan tersebut siswa diharapkan akan lebih memahami tentang konsep mengurutkan bilangan cacah baik dari yang terkecil ataupun dari yang terbesar.

Dari kegiatan pembelajaran matematika materi bilangan cacah menggunakan media tolpes bola tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa dapat aktif belajar. Siswa mendapatkan pengalaman langsung untuk menghitung jumlah benda kemudian mengurutkan bilangan dengan media benda kongkret. Melalui media toples bola ini konsep abstrak tentang mengurutkan bilangan cacah dapat dikongkretkan, sehingga siswa lebih memahami konsep mengurutkan bilangan cacah tersebut.

Selain perkembangan kognitif siswa yang dikembangkan melalui pemanfaatan media toples bola, perkembangan mental juga dikembangkan melalui aktivitas belajar kelompok. Siswa berlatih untuk bekerjasama, saling menghargai dan saling membimbing untuk dapat memecahkan permasalahan kelompok. Siswa berlatih untuk mengontrol ego diri dan berusaha untuk mencapai hasil terbaik untuk kelompoknya. Dengan belajar kelompok, siswa akan mampu mengembangkan diri untuk mau maju bersama dengan teman saling membantu. Siswa tidak hanya dilatih untuk menjadi siswa yang cerdas secara pengetahuan saja, namun juga cerdas secara sosial emosional.

Widiastuti, S.Pd.SD

Guru SD Negeri 1 Karangsari Kecamatan Punggelan Banjarnegara

BERBAGI