Beranda Jateng Solo Medsos Oorth Ancam Geser Facebook

Medsos Oorth Ancam Geser Facebook

Karya Asli Wong Solo, User Melonjak 100 Kali Lipat

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID , SOLO – Statemen Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerussalem sebagai ibukota Israel beberapa waktu lalu memicu sentimen masyarakat kepada negeri Paman Sam. Selain aksi demo, ajakan untuk memboikot produk Amerika pun menggema, termasuk penggunaan media sosial (medsos).

Meski banyak orang yang meragukan dan mencibir ajakan boikot tersebut, nyatanya tak sedikit masyarakat yang beralih menggunakan medsos non-Amerika. Setidaknya hal itu terlihat dari migrasi yang dilakukan netizen atau warga net pengguna medsos pertemanan Facebook yang berbondong-bondong menggunakan medsos buatan anak negeri, Oorth.

Fenomena tersebut diakui CEO Oorth, Krishna Adityangga. Menurutnya, semenjak maraknya ajakan boikot produk Amerika, termasuk Facebook, jumlah user yang mendaftar di startup asli buatan wong Solo tersebut melonjak berlipat. Bahkan dalam satu hari pernah menembus 10 kali lipat.

“Gejala migrasi mulai terlihat 28 Desember tahun lalu. Bahkan saking banyaknya orang yang akan mendaftar ke Oorth menyebabkan terjadinya bootle neck yang membuat user yang ingin mendaftar tertolak. Karena kapasitas yang kami miliki sudah melampaui batas akibat banyaknya warganet yang ingin mendaftar,” paparnya saat ditemui di markas Oorth, Rabu (3/1).

Ia menambahkan, sejak dilaunching 7 Oktober lalu hingga sebelum adanya fenomena ajakan boikot Facebook bergaung, rata-rata user yang mendaftar untuk menggunakan Oorth hanya ratusan user, namun kini per harinya bisa mencapai 1.000 hingga 5.000 user. Karena itu, tidak heran jika saat ini pengguna Oorth sudah tembus 20 ribu user.

Oorth sendiri merupakan aplikasi medsos selayaknya Facebook asli Indonesia yang diinisiasi oleh tiga anak muda, Krishna Adityangga selaku CEO, Mulyono Herman selaku CIO dan Dhanny Ardiansyah selaku CTO. Krishna dan Dhanny sendiri asli Solo, sedangkan Mulyono berasal dari Bogor.

Dengan perkembangan yang terjadi saat ini Krishna pun optimistis tahun ini Oorth bisa menggeser Facebook. Apalagi jika dibandingkan dengan medsos buatan Mark Zuckerberg, Oorth memiliki fitur lain yang berbeda. “Apalagi banyak investor dari Malaysia, Hongkong serta China yang berminat untuk menanamkan modal guna pengembangan Oorth. Namun, kami masih mengharapkan pemerintah juga memberikan dukungan karena selama ini sama sekali belum ada,” ujarnya.

Ditambahkan, CTO Oorth, Dhanny Ardiansyah dengan cepatnya pertumbuhan user, pihaknya juga akan mempercepat perbaikan fitur-fitur Oorth, sehingga bisa mengikuti kebutuhan user. Saat ini pihaknya mengupayakan rilis fitur baru ataupun perbaikan setiap dua minggu.

“Yang jelas aplikasi ini dirancang berdasarkan kearifan lokal, itu kelebihan pertama. Selain itu, fitur-fiturnya pun lebih lengkap. Seperti donasi dan e-wallet serta skypay yang juga bisa berfungsi layaknya e-money dan akan terus kami upgrade,” jelasDhanny. (jay/saf)