Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Membangun Karakter Anak dari Usia Dini

Membangun Karakter Anak dari Usia Dini

BERBAGI
Sulasmi,S.Pd Guru SMPN 31 Semarang
Sulasmi,S.Pd , SMPN 31 Semarang

SEMARANG – Pendidikan adalah hal yang sangat dianggap penting di dunia, karena dunia butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun Negara yang maju. Tapi selain itu karakter pun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan juga pada karakter dari pribadi dari setiap orang. Proses pendidikan di sekolah masih banyak yang mementingkan aspek kognitifnya ketimbang psikomotoriknya, masih banyak guru-guru di setiap sekolah yang hanya asal mengajar saja agar terlihat formalitasnya, tanpa mengajarkan bagaimana etika-etika yang baik yang harus dilakukan. Maka terpikirlah oleh para cerdik pandai tentang apa yang dikenal dengan pendidikan karakter. Banyak pilar karakter yang harus kita tanamkan kepada anak – anak penerus bangsa, diantaranya adalah pilar kejujuran, keadilan, dan rasa hormat

Sekarang mulai banyak sekolah – sekolah di Indonesia yang mengajarkan pendidikan karakter  menjadi mata pelajaran khusus di sekolah tersebut. Mereka diajarkan bagaimana cara bersikap terhadap orang tua, guru –guru ataupun lingkungan tempat hidup. Pendidikan karakter di sekolah semua potensi kecerdasan anak – anak akan dilandisi oleh karakter – karakter yang dapat membawa mereka menjadi orang – orang yang diharapkan sebagai penerus bangsa. Mendidik karakter tidak semudah membalikan telapak tangan, oleh karena itu ajarkanlah kepada anak bangsa pendidikan karakter sejak usia dini.

Pendidikan Karakter Usia Dini

Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai cara pola berpikir dan berperilaku seseorang yang merupakan mencerminkan dirinya baik secara individu maupun secara bersama sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat dan bernegara. Untuk lebih singkatnya karakter merupakan pembawaaan seseorang yang didapatkan sejak kecil. Sejalan dengan perkembangan jaman juga di ikuti dengan pergeseran moral sebagai karakter/ budaya negara timur, baik gangguan yang datang dari negara kita sendiri maupun budaya yang dibawa dari negara asing. Merujuk dari hal diatas maka saya mengangkat tema pendidikan berkarakter anak usia dini sebagai pembekalan diri.

Pentingnya pendidikan karakter pada anak usia dini

Bila diperhatikan saat sekarang tingginya tingkat kriminalitas, seperti maraknya penggunaan narkoba, kekerasan terjadi dimana mana, dan yang paling parah lagi rasa hormat terhadap orang lebuh tua semakin menurun terlepas dari pergaulan serta pendidikan yang ditanamkan pada dirinya di usia dini. Di usia 6 bulan sampai dengan 1 tahun pertama merupakan usia yang paling berpengaruh dalam perkembangan anak hingga tumbuh remaja. Bila salah dalam mendidik pada usia pertumbuhan tersebut kemungkinan besar anak tersebut juga salah saat dewasa, sebaiknya  diberikan pengenalan terhadap pendidikan karakter pada usia dini

Orang tua dalam keluarga merupakan hal yang berpengaruh dalam berhasil atau tidaknya dalam mendidik karakter seorang anak. Anak usia dini sangat sensitif terhadap apa yang ia lihat, karena anak lebih sering bersama orang tua tentu akan meniru apa yang dilakukan pihak orang tua.

Dalam membangun karakter anak kita harus menanamkan nilai nilai positive seperti taat dalam beragama, jujur, bertanggung jawab dalam segala hal, menanamkan rasa percaya diri terhadap anak, mandiri, demokratis, peduli terhadap sesama, hormat dan sopan kepada orang tua, disiplin disegala hal.

Mewujudkan Pola pikir yang berkarakter

Membentuk karakter bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan aksi nyata karena karakter memang tidak  dapat diwariskan atau diturunkan begitu saja melainkan membangun secara berkesinambungan dan berkelanjutan melalui pola pikir dan aksi nyata.

Meski kita telah berupaya semaksimal mungkin tetapi seringkali berseberangan dengan apa yang harapkan. Umumnya Pendidikan karakter anak dipengaruhi tiga faktor seperti rumah tangga, lingkungan sekolah, tempat bermain maupun masyarakat luas. Pembentukan karakter tidak akan terealisasi bila ketiga stakeholder tidak ada kesenambungan serta keharmonisan. Lingkungan keluarga merupakan faktor utama  dalam pembentukan karakter, yang selanjutnya lingkungan sekolah melalui pembelajaran maupun materi materi terapan untuk memperkuat siklus yang akan dibentuk tadi. Disisi lain faktor lingkungan tidak kalah penting untuk keberhasilan dalam membentuk pola anak. Melihat banyaknya teori yang bermunculan untuk mewujudkan karakter anak yang berkualitas dan menjanjikan untuk menjawab persoalan bangsa ini khususnya tentang moral, namun pada kenyataannya seringkali tidak sesuai dengan harapan. Untuk itu diperlukan sebuah upaya atau program yang terukur untuk menilai berhasil tidaknya pendidikan yang diterapkan.

Anak-anak dengan ketidakmampuan, dapat menemukan proses belajar yang sulit serta sering frustrasi dalam situasi belajar. Masalah memori, kesulitan dalam mengikuti petunjuk, masalah dengan persepsi informasi visual atau pendengaran, dan ketidakmampuan melakukan tugas dan masalah lainnya dapat membuat pembelajaran menjadi sebuah sesuatu yang “tidak memotivasi”. Anak-anak juga sering menganggap nilai mereka tampak lebih rendah daripada yang diperoleh anak-anak lain, mereka mungkin tidak melihat hubungan antara usaha yang dilakukan di sekolah dan kesuksesan akademis. Dengan demikian, memotivasi mereka untuk berprestasi secara akademis menjadi sangat penting.

Semoga dengan diterapkannnya pendidikan karakter di sekolah, semua potensi kecerdasan anak –anak akan dilandisi oleh karakter – karakter yang dapat membawa mereka menjadi orang – orang yang diharapkan sebagai penerus bangsa. Bebas dari korupsi, ketidakadilan dan lainnya. Dan makin menjadi bangsa yang berpegang teguh kepada karakter yang kuat dan beradab. Walaupun mendidik karakter tidak semudah membalikan telapak tangan, oleh karena itu ajarkanlah kepada anak bangsa pendidikan karakter sejak usia dini.

Sulasmi,S.Pd

Guru SMPN 31 Semarang

BERBAGI