Beranda Jateng Memohon Keberkahan, Vihara Gunung Kalong Bersih-bersih Rupang

Memohon Keberkahan, Vihara Gunung Kalong Bersih-bersih Rupang

BERBAGI
Umat dan simpatisan melakukan ritual bersih-bersih rupang menjelang perayaan Imlek di vihara Gunung Kalong, Ungaran, Minggu (11/2). FOTO:ABDUL MUIZ/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID. UNGARAN- Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Jumat, 16 Februari besok, kesibukan terlihat di vihara Sri Kukusredjo Gunung Kalong, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Minggu (11/2). Puluhan orang terlihat melakukan ritual membersihkan patung para Dewa dan Dewi.

Ritual yang sudah menjadi tradisi diadakan setiap menjelang imlek ini berharap di Tahun Baru Imlek 2569 yang akan dijalani umat mendatangkan banyak keberkahan dan peruntungan.

Umat yang mengikuti ritual yang dinamakan Sang Shin ini diantaranya adalah pengurus vihara, simpatisan, dan warga sekitar Kalongan, Ungaran Timur.

Kesibukan terlihat mulai dari mengeluarkan rupang (patung Dewa-Dewi, red) dari ruang pemujaan, membersihkan dengan air kembang, membersihkan dengan kain hingga menata kembali di altar pemujaan.

Suhu The Tjoe Thwan membersihkan rupang Makco Kwan Im di depan ruang pemujaan Vihara Gunung Kalong. FOTO:ABDUL MUIZ/JATENGPOS

Sebelumnya digelar sembahyang dan doa bersama dipimpin oleh Suhu The Tjoe Thwan. Seluruh rupang dibersihkan menggunakan air bunga dan rendaman teh agar awet dan lebih bersih alami. Aroma semerbak wangi bunga tercium selama kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 ini.

Suhu The Tjoe Thwan mengatakan ritual ini seharusnya diadakan setiap tanggal 24 bulan 12 penanggalan Imlek atau seminggu sebelum perayaan Tahun Baru Imlek. Pada saat roh Dewa Dewi diyakini pergi ke langit untuk melaporkan amal perbuatan manusia di bumi selama setahun.

Namun tahun ini diundur dua hari untuk memudahkan umat dan simpatisan yang ingin berpartisipasi mengikuti ritual bersih-bersih rupang ini sehingga diadakan pada hari Minggu (11/2). Tidak apa-apa diundur selama Toa Pekong (Dewa Dapur) beserta Dewa Dewi lainnya sudah naik ke khayangan.

“Kita menggelar tradisi ini setiap tahun untuk memohon kepada Tuhan agar dimudahkan dan dilancarkan dalam menjalani di tahun Imlek besok (2569, red). Semoga tercapai apa yang kita mohonkan dan harapan di tahun 2569,” ujar Suhu Thwan kepada Jateng Pos seusai ritual.

Menurutnya, ritual ini sebagai wujud penghormatan kepada Tao Pekong dan Dewa-Dewi telah naik ke langit dengan menyiapkan tempat yang bersih untuk saat kembali turun ke bumi. Disebutkan, para Dewa Dewi itu akan turun kembali ke bumi pada hari keempat pukul 11.000 setelah Imlek.

“Untuk menyambut para Dewa kembali ke bumi akan kita adakan sembahyang pada tanggal 4 bulan 1 Imlek mendatang. Semoga di tahun Anjing besok kita semua diberi keberkahan dan perlindungan. Selalu eling lan waspodo (mawasdiri dan waspada, red) agar senantiasa terjaga keselamatan kita,” tandasnya. (biz/muz)