Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Menanamkan Motivasi Belajar Permanen Pada Peserta Didik

Menanamkan Motivasi Belajar Permanen Pada Peserta Didik

36
BERBAGI
Eko Prasetyo, S.Pd. M.Pd. SMK N 2 SRAGEN
Eko Prasetyo, S.Pd. M.Pd. SMK N 2 SRAGEN

JATENGPOS .CO.ID, – Keberhasilan sebuah pendidikan salah satunya ditandai dengan meningkatnya prestasi peserta didik, baik prestasi hardskill maupun  softskill, tetapi didalam proses belajar mengajar sering kita jumpai masalah diantaranya yaitu metode pembelajaran dan media yang tidak sesuai dengan karakter peserta didik serta kurangnya motivasi siswa. untuk meningkatkan prestasi tersebut dibutuhkan beberapa cara salah satunya yaitu meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pendidikan siswa. Motivasi merupakan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar dengan menciptakan usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu yang memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh peserta didik dapat tercapai.

Motivasi belajar dapat timbul karena adanya faktor instrinsik, berupa keinginan untuk berhasil, dorongan kebutuhan belajar, dan harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsik adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. Tetapi kedua faktor tersebut timbul disebabkan oleh rangsangan tertentu, selain faktor-faktor tersebut guru harus bisa menciptakan cara untuk memotivasi peserta didik, sehingga peserta didik berkeinginan untuk melakukan aktivitas belajar yang lebih giat dan semangat

Dalam melakukan kegiatan belajar mengajar sering sekali kita memberi nasehat dan motivasi kepada peserta didik untuk selalu bersemangat dalam belajar, namun motivasi itu sifatnya hanya sementara jadi peserta didik saat diberi motivasi, saat itu menjadi semangat tetapi beberapa hari kemudian semangat itu hilang dan menjadi malas lagi.

Dari masalah diatas kita sebagai Guru harus bisa mencari cara supaya peserta didik tersebut bisa termotivasi secara permanen atau terus menerus. Untuk menciptakan motivasi permanen guru hanya mengarahkan saja karena sumber motivasi itu ada dalam diri peserta didik itu sendiri.

Adapun cara yang bisa diterapkan untuk membuat peserta didik tersebut bisa termotivasi permanen yaitu peserta didik diajak merenung dan membayangkan kira-kira siapa orang yang berpengaruh terhadap hidupnya, yang dibayangkan tersebut orangnya bisa masih hidup atau yang sudah meninggal,  dan orang tersebut apabila sedih peserta didik tersebut juga sedih, apabila senang peserta didik tesebut juga ikut senang sehingga peserta didik tersebut akan melakukan apa saja untuk membuat orang yang dibayangkan itu bangga, orang yang dibayangkan tersebut bisa ayah, ibu, kakek, guru, atau saudaranya yang mungkin pernah berjasa terhadap peserta didik tersebut. Setelah membayangkan peserta didik tersebut menentukan salah satu yang paling berpengaruh. Selanjutnya mencari fotonya lalu dicetak dan di perbanyak, foto-foto tersebut tempel disetiap buku pelajaran, dinding rumah yang sering dilihat atau dibuat album ditempel didinding dikelas yang isinya orang-orang yang berpengaruh terhadap semua peserta didik dalam satu kelas. Selanjutnya saat peserta didik tidak semangat dalam belajar saat itu juga diminta untuk melihat foto orang yang berpengaruh tersebut, sehingga seketika peserta didik akan termotivasi dan semangat untuk belajar guna menyenangkan orang yang disayangi tersebut.

Metode mencari orang yang disayangi atau orang yang berpengaruh terhadap peserta didik untuk media motivasi tersebut lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan model, metode atau media pembelajaran yang lain.

Eko Prasetyo, S.Pd. M.Pd.

SMK N 2 SRAGEN

BERBAGI