Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Mengajar Itu “Mikir”

Mengajar Itu “Mikir”

BERBAGI
Salafuddin Guru SDN Pidodo Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak
Salafuddin Guru SDN Pidodo Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak

JATENGPOS.CO.ID, – Tugas utama guru adalah mengajar siswa untuk mencapai tujuan atau kompetensi tertentu, tujuan tersebut telah dirumuskan dalam kurikulum yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran. Bagaimana dalam proses pembelajaran agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai? Inilah yang menjadi persoalan pokok seorang guru dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran.

Pemilihan model pembelajaran sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai kompetensi yang diharapkan, model pembelajaran yang digunakan harus menimbulkan aktivitas belajar yang baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Dengan model pembelajaran “MIKiR” dapat menjadi solusi untuk mencapai kompetensi tersebut, apakah “MIKiR” itu?

M – Melakukan (doing)siswa melakukan proses kegiatan pembelajaran dengan aktif pada sebuah materi yang ingin dicapai guru mengajak siswa bertanggung jawab terhadap pembalajarandan pendidikan meraka sendiri. Melaui pembelajaran aktif siswa dapat memodelkan pemecahan berbagia macam masalah serta dapat mendorong siswa untuk belajar dan bekerja dalam satu kelompok atau team.

I – Interaksi adalah proses pertukaran gagasan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain, siswa akan mampu mengingat dan memahami materi lebih dalam dan lama jika mereka mampu menjelaskan isi materi kepada siswa yang lain, pemahaman siswa dalam memahami dan menjelaskan pada orang lain lebih tinggi dibandingkan dengan hanya sebagai pendengar saja.

Interkasi juga menjadi poin penting dalam kegiatan belajar mengajar karena tidak hanya siswa saja yang mendapatkan manfaat namun juga para guru yang mendapatkan umpan balik apakah materi sudah dikuasai oleh murid atau belum

Ki – Komunikasi dalam kegiatan belajar siswa, tentulah memerlukan beberapa aspek yang mendorong siswa untuk melakukan komunikasi dengan baik sesuai dengan apa yang ia pelajari dalam kelas, komunikasi antara guru siswa serta siswa dengan siswa lainya menjadikan proses pembelajaran semakin asik dan berkembang dengan baik, kegiatan siswa akan lebih optimal. Kegiatan semacam ini tentu dengan peran serta seorang guru sebagai pengawas sekaligus sebagai penggerak dan pengatur waktu dalam berdiskusi.

R – Refleksi. Refleksi pembelajaran  merupakan bagian yang sangat penting untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam menerima menyerap dan menguasai materi yang telah dipelajarinya. Refleksi pembelajaran dilaksanakan setelah selesai satu materi atau boleh juga disampaikan diakhir pertemuan. Belajar  tidak hanya sekedar mendengarkan ceramah, menyimak dan menghafalkan materi saja, namun setelah menerima informasi atau materi pelajaran anak perlu mengolah, membandingkan dan menganalisanya. Anak kita ajak untuk mengevaluasi dan merefleksi materi.

Banyak sekali keuntungan yang didapat setelah melakukan refleksi diantaranya adalah dapat mengetahui tingkat keberhasilan dalam pembelajaran yang telah berlangsung. Manfaat refleksi bagi siswa adalah bila siswa sudah terbiasa merefleksi dirinya maka dia akan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Sedangkan manfaat yang didapat oleh guru adalah akan mendapatkan model pembelajaran yang baik dan cocok sesuai materi yang diajarkanya.

Proses belajar mengajar yang baik bukanlah kelas yang tenang siswa mendengarkan dengan tangan disilangkan di atas meja, pandangan semua tertuju pada guru yang sedang berceramah, namun kelas yang hidup, ramai berdiskusi memecahkan sebuah masalah atau materi ajar. Guru sebagai sutradara dalam kelas harus bisa mengatur mengefesienkan waktu yang ada, memberikan umpan balik dan ditutup penguatan materi ajar.

Salafuddin

Guru SDN Pidodo

Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak

BERBAGI