Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Mengatasi Anak Malas Sekolah

Mengatasi Anak Malas Sekolah

40
BERBAGI
INDRATI, S.Pd.AUD. Guru Tk Harapan Desa Harjobinangun Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo
INDRATI, S.Pd.AUD. Guru Tk Harapan Desa Harjobinangun Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo

JATENGPOS.CO.ID, – Bu guru “Anak saya malas sekolah”. Begitu yang dikatakan seorang wali murid kepada penulis. Banyak orang tua yang harus mengelus dada menghadapi anaknya yang -malas sekolah. Bahkan ada orang tua yang setiap pagi marah-marah kepada anaknya, agar anaknya mau kesekolah. Dan karena dimarahi orang tuanya anaknya berangkat sekolah. Bahkan sampai sekolah terkdang ada air mata yang yang diusap anak.

Pikiran anak tentu merasa terbebani, karena dari rumah sudah malas pergi sekolah, sudah dimarahi orang tuanya. Hal ini tentu harus di atasi.  Ada beberapa langkah dalam mengatasi anak malas sekolah, yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasinya adalah sebagai berikut :

Mencari Penyebab Masalah. Setiap anak tentunya mempunyai alasan yang berbeda kenapa ia malas sekolah. Disini orang tua perlu menanyakan kenapa anak malas sekolah.Memantau Kegiatan sekolah. Orang tua perlu memantau kegiatan sekolah dengan memberikan beberapa pertanyaan. Misalnya : disekolah kegiatan apa saja?; Kalau masih awal tahun pelajaran, tanyakan nama teman-teman barunya, gurunya?, duduk didekat siapa?, tadi bermain dengan siapa? Dengan menayakan hal-hal tersebut di sekolah anak akan merasa diperhatika  oleh orang tuanya.

Membicarakan Perihal Anaknya Kepada Guru. Orang tua jangan merasa malu atau segan untuk berbicara pada guru tentang masalah yang dihadapi anaknya. Karena guru juga akan mengintropeksi pembelajaran di sekolah dan juga akan memberikan masukan pada orang tua tentang masalah yang dihadapi anak tersebut. Misalnya dalam bersosial masih canggung, kesulitan memahami bahasa ibu (Jawa) karena yang dikuasai hanya bahasa Indonesia.

Memberi Pemahaman Arti Pentingnya Sekolah. Saat waktu santai tanyakan pada anak, kalau sudah besar ingin jadi apa. Tentunya anaka akan menjawab seperti apa yang diinginkannya, orang tuanya menambahkan makanya kamu harus rajin sekolah sayang.

Membuat Jadwal dan Kesepakatan Bersama. Orang tua dan anak membuat kespakatan bersama dengan membuat jadwal jam berapa bangun pagi, sebelum sekolah, istirahat siang, main di sore hari, nonton televisi, belajar, membuat jadawal dan kesepakatan kalau malas sekolah sanksinya apa, disepakatai bersama misalnya tidak boleh pegang hp atau tidak boleh nonton TV, tidak boleh jajan, dsb.

Memberikan Reward. Misalnya dalam satu minggu anak rajin bangun pagi, dan berangkat sekolah dengan senang, tidak ada kata “malas sekolah mah”. Orang tua perlu memberika reward. Misalnya meluangkan waktu sekeluarga dengan mengajak jalan-jalan atau memberikan benda yang pernah diinginkan anak atai ice cream atau mobil-mobilan bagi anak laki-laki dan boneka untuk anak perempuan.

MemberikanSanksi. Memberikan sanksi adalah bila anak melanggar apa yang telah disepakati bersama, dengan orang tua. Sehinggadisiplinbisaterwujud.

INDRATI, S.Pd.AUD.

Guru Tk Harapan Desa Harjobinangun Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo

BERBAGI