Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Mengurai Limbah, Memupuk Karakter, Menuai Nilai

Mengurai Limbah, Memupuk Karakter, Menuai Nilai

BERBAGI
Bhety Hapsari Mulyo, S.Pd. Guru SMPN 1 Giritontro, Wonogiri
Bhety Hapsari Mulyo, S.Pd. Guru SMPN 1 Giritontro, Wonogiri

JATENGPOS.CO.ID, – Pendidikan dapat berperan kuat dalam pembentukan karakter peserta didik. Sedangkan karakter sebagai hasil dari pendidikan membawa arti penting dalam kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat.

Pendidikan karakter adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik, membiasakan berpikir, dan berperilaku untuk membantu individu dalam hidup dan bekerjasama sebagai keluarga, masyarakat, dan bernegara. Hal tersebut  merupakan sebuah usaha manusia untuk menjadikan dirinya sebagai manusia yang bermanfaat.

Di sekolah pendidikan karakter harus dilakukan secara bersama oleh semua guru, karyawan, dan pemimpin sekolah melalui semua mata pelajaran, dan menjadi bagian yang tidak  terpisahkan dari budaya sekolah. Salah satu nilai karakter yang harus dimiliki peserta didik adalah peduli lingkungan. Nilai karakter peduli lingkungan yaitu sikap atau tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Salah satu mata pelajaran yang bisa meningkatkan pendidikan karakter peduli lingkungan bagi peserta didik adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Bagaimana meningkatkan karakter  peduli lingkungan pada peserta didik dalam pembelajaran IPA?

Salah satu cara yang dapat digunakan dalam meningkatkan pendidikan karakter peduli lingkungan peserta didik yaitu melalui pendekatan SETS (Science, Environmental,Technology,and  Society) secara terpadu dalam hubungan timbale balik antar elemen sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat serta mendapatkan produk yang dapat memperbaiki kerusakan lingkungan.

Pembelajaran IPA sebagai subsistem pendidikan nasional memberi kontribusi penting dalam pembentukan karakter peserta didik sehingga dapat meningkatkan karakter peserta didik untuk peduli lingkungan yang berkaitan dengan sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat, serta mendapatkan produk yang dapat memperbaiki kerusakan lingkungan. Contoh cara meningkatkan pendidikan karakter peduli lingkungan antara lain sebagai berikut: membiasakan mengambil sampah yang ada di lingkungan sekitar sekolah dan membuang pada tempat sampah, memilah-milah sampah yang bertujuan mengurangi timbunan sampah organik dan anorganik, membuat pupuk kompos dari sampah yang dapat terurai berupa daun, sisa makanan, dan bahan-bahan lain yang mudah membusuk, serta memanfaatkan barang bekas menjadi  bernilai ekonomi, membuat alat penyaring air, dan menanam pohon di lingkungan sekolah.

Keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran ditandai dengan kegiatan pembelajaran yang didominasi oleh peserta didik. Hal tersebut dapat diamati menggunakan lembar observasi yang terfokus pada kegiatan peserta didik dalam menjaga lingkungan sekolah tetap bersih, merawat lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, dan melakukan usaha memperbaiki kerusakan lingkungan melalui kegiatan-kegiatan sederhana yang menimbulkan terbentuknya pengetahuan dan keterampilan mengarah pada peningkatan prestasi.

Dengan demikian, pendidikan karakter peduli lingkungan peserta didik dengan pendekatan SETS (Science, Environmental,Technology,and  Society) dapat meningkatkan keterampilan peserta didik agar menjadi generasi yang mampu menjaga keseimbangan lingkungan.

Bhety Hapsari Mulyo, S.Pd.
Guru SMPN 1 Giritontro, Wonogiri
BERBAGI