Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Meningkatkan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan PTK

Meningkatkan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan PTK

181
Dra Dwi Endah Prihatiningsih Kepala SMP Negeri 9 Purworejo
Dra Dwi Endah Prihatiningsih Kepala SMP Negeri 9 Purworejo

Berbagai permasalahan khususnya yang berhubungan dengan pembelajaran selalu muncul silih berganti. Keberhasilan proses pembelajaran sangat dipengaruhi berbagai faktor. Faktor sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat terkait. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran berupaya membimbing pengembangan dan perbaikan proses pembelajaran. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat dilaksanakan berupa Pelatihan Penyusunan Laporan Penelitian Tindakan kelas (PTK).

Melalui penyusunan laporan penelitian tindakan kelas guru pasti ingin mencapai tujuan tertentu. Secara tidak langsung setiap guru melaksanakan penelitian tindakan kelas akan berupaya memperbaiki kinerjanya. Melalui perbaikan kinerja, guru mencari solusi yang paling tepat untuk setiap kesulitan dalam pembelajaran. Guru selalu memadukan antara model atau media tertentu dengan materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru berharap adanya perpaduan yang logis dapat memperlancar proses pembelajaran. Harapannya, siswa mudah menerima pemahaman materi yang disampaikan guru. Akhirnya hasil belajar siswa jika diukur akan meningkat.

Semua yang tergambar merupakan latar belakang mengapa perlu pelatihan penyusunan laporan tindakan kelas. Guru setiap hari melaksanakan pembelajaran. Apa yang dilaksanakan guru setiap hari tentang pembelajaran akan berbeda dengan pembelajan yang diikuti dengan penelitian tindakan kelas.Pembelajaran yang diikuti dengan penelitian pasti akan dikemas dalam skenario yang rapi. Guru akan mempersiapkan mulai dari materi sampai dengan model, metode maupun media yang dipergunakan. Mereka rencanakan berapa siklus yang akan digunakan. Fokus yang akan ditingkatkan hanya hasil belajar ataukah termasuk aktivitasnya. Kesemuanya akan terkaver dalam pelatihan penyusunan tindakan kelas.

Pelatihan penyusunan laporan tindakan kelas wajib diikuti oleh semua guru. Banyak manfaatnya bagi guru. Manfaat pertama mereka otomatis kinerjanya meningkat. Disadari atau tidak melalui penelitian tindakan kelas semuanya akan terpantau. Guru tidak dapat dalam pembelajaran menyimpang dari rencana. Hasil pembelajaran merupakan bentuk yang harus dilaporkan pada instruktuktur. Karena dalam pelatihan selalu diadakan pendampingan. Berikutnya guru mendapatkan sertifikat yang berguna untuk nilai pengembangan diri. Selanjutnya hasil laporan penelitian tindakan kelas dapat digunakan sebagai bukti fisik penyusunan karya ilmiah. Melalui pelatihan diharapkan laporan penelitian tindakan kelas akan terealisir.

Laporan penelitian tindakan kelas akan diseminarkan, berarti aka nada masukan informasi untuk perbaikan. Adanya masukan-masukan akan bermanfaat untuk peningkatan kompetensi guru. Sebagai kepala sekolah, sangat setuju pentingnya rutinitas pelatihan penyusunan laporan tindakan kelas. Dalam pelatihan semua akan terkoordinir. Guru akan berupaya mencapai target yang ditetapkan sekolah. Jika dikaji lebih lanjut sekolah dapat memberikan penjaminan mutu melalui kegiatan ini.

Fakta menunjukkan untuk pelatihan butuh dana yang besar. Jika analisis muncul anggaran yang besar tetapi diikuti dengan peningkatan mutu. Sehingga kita kembali pada pepatah Bahasa Jawa “Jer Basuki Mawa Beya”. Kalau kita kembali pada kontek pelatihan penyusunan laporan tindakan kelas sangat penting untuk peningkatan kompetensi guru. Konsep pembelajaran yang up todate mampu memberikan inovasi dalam keilmuan. Apalagi dalam pembelajaran abad 21 guru dituntut untuk mengembangkan inovasi dan kreativitasnya. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran harus mensukseskannya.

Lebih baik dapat memberikan penjaminan mutu meski perlu anggaran besar. Dari pada menghemat anggaran tetapi kompetensi guru kurang berkembang secara maksimal. Melaui Pelatihan penyusunan laporan tindakan kelas, guru merasa terbebani. Jika ditelusuri manfaatnya, dengan seringnya melaksanakan penelitian tindakan kelas tidak terasa kompetensinya akan meningkat.

Dra Dwi Endah Prihatiningsih
Kepala SMP Negeri 9 Purworejo