Beranda Jateng Menjadi Gedung Terpadu, Digelontor Dana Rp 82,6 Miliar

Menjadi Gedung Terpadu, Digelontor Dana Rp 82,6 Miliar

Pembangunan Mega Proyek 2018 Pemkab Sukoharjo Dimulai

BERBAGI
DIMULAI:Peletakan batu pertama gedung terpadu kantor sekda Sukoharjo yang dilaksanakan Minggu(14/1)
DIMULAI:Peletakan batu pertama gedung terpadu kantor sekda Sukoharjo yang dilaksanakan Minggu(14/1)
JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Pembangunan mega proyek Gedung Terpadu Kantor Sekretariat Daerah (Sekda), dimulai.  Ground breaking atau peletakan batu pertama sudah dilakukan di halaman Setda Sukoharjo, Minggu (14/1).

Pembangunan gedung 10 lantai yang dianggarkan Rp 82,6 Miliar itu, merupakan proyek terbesar Pemkab Sukoharjo di tahun 2018. ‎Bekerjasama dengan Kontraktor asal Jakarta, PP Urban, diharapkan pembangunan selesai sebelum berakhirnya tahun 2018.

“Pembangunan gedung ini bersifat multiyears. Sudah dimulai tahun 2017, mulai perencanaan. Dan tahun 2018 ini pembangunan fisiknya,” kata Asisten II Sekda Pemkab Sukoharjo, Widodo, usai melaksanakan ground breaking, Minggu (14/1).

Diungkapkan Widodo, waktu pelaksanaan pembangunan akan berlangsung selama 360 hari. Pihaknya berharap pelaksanaan proyek bisa berjalan lancar tanpa hambatan apapun.

“Kami harap pertengahan Desember nanti proyek sudah bisa diselesaikan dan diserahkan. PP Urban adalah anak perusahaan BUMD sehingga kami yakin mampu menyelesaikan proyek tepat waktu,” tandasnya.

Sementara, Kepala Divisi Operasional PT PP Urban Asep Budiyana, optimis proyek akan selesai sesuai dengan waktu yang disediakan. Asep menyatakan, PP Urban sudah berpengalaman dalam proyek pembangunan gedung sehingga bisa memperkirakan waktu penyelesaian proyek tersebut.

Ia menambahkan, proyek yang akan dia kerjakan adalah membangun gedung 10 lantai. Nantinya, secara fisik gedung tersebut selesai. Namun, secara fungsional hanya sampai lantai 5 yang bisa ditempati sesuai perencanaan yang ada.

“Untuk alat “bor pile” sendiri baru akan datang satu atau dua minggu lagi. Gedung ini dibangun tanpa “basement”,” pungkasnya.

Untuk diketahui, gedung baru tersebut akan difungsikan bisa menampung 11 Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Sehingga, perkantoran OPD bisa terpusat dalam kompleks yang sama.

OPD yang akan pindah ke Gedung Terpadu Kantor Setda nanti merupakan OPD yang tidak memiliki gedung kantor tetap. Nantinya, OPD akan disentralkan disatu lokasi demi memudahkan kerja dan pelayanan pada masyarakat. (dea/saf)

BERBAGI